Kuartal III/2018, Bank Jatim Raup Laba Rp1,06 Triliun

Oleh: Andi M. Arief 25 Oktober 2018 | 20:53 WIB
Kuartal III/2018, Bank Jatim Raup Laba Rp1,06 Triliun
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) R. Soeroso (kedua kanan) berbincang dengan Pemimpin Sub Divisi Investor Relation Slamet Purwanto (dari kiri), Pjs Corporate Secretary Glemboh Priambodo, dan Direktur Keuangan Ferdian Timur seusai memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan di Jakarta, Kamis (25/10/2018)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) mencatatkan laba bersih senilai Rp1,06 triliun per kuartal III/2018, tumbuh 4,54% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1,01 triliun. 

Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp2,7 triliun per kuartal III/2018, tumbuh 3,99% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,6 triliun. Pertumbuhan kinerja tersebut terjadi di tengah penurunan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) sebesar 44 bps secara tahunan menjadi 6,38%. 

"Selain itu pendapatan operasional nonbunga, prinsipnya tumbuh sekitar 13%," ujar Ferdian, Kamis (25/10/2018). 

Ferdian menambahkan, Bank Jatim akan menggenjot perolehan pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) untuk menambah pundi-pundi pendapatan bank. Saat ini, lanjutnya, kontribusi FBI baru menyumbang sekitar 8%—9% terhadap total pendapatan. Strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan transaksi tresuri dan bancassurance. 

Dari sisi fungsi intermediasi, per kuartal III/2018 Bank Jatim mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp33,07 triliun, tumbuh 7,74% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp30,6 triliun. 

Secara komposisi, pertumbuhan kredit perseoran ditopang oleh sektor konsumsi sebesar Rp21,02 triliun yang tumbuh sebesar 10,52% secata tahunan. Adapun kredit komersial dan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM/SME) masing-masing menyumbang Rp7,08 triliun dan Rp4,96 triliun. 

Sementara itu, dari sisi likuiditas, dana pihak ketiga (DPK) Bank Jatim hingga kuartal III/2018 tercatat senilai Rp52,8 triliun, tumbuh 20,13% secara tahunan. Hal ini disebabkan oleh naiknya deposito sebesar 23,05% menjadi Rp17,3 triliun dari Rp14,1 triliun. Naiknya jumlah deposito membuat rasio dana murah (current account saving account/CASA) turun menjadi 67,11% dari 68,93% pada periode yang sama tahun lalu. 

Pertumbuhan kredit dan DPK mendorong peningkatan aset Bank Jatim. Per kuartal III/2018, perseroan mencatatkan aset senilai Rp63 triliun, tumbuh 17,81% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp53,8 triliun. 

Direktur Utama Bank Jatim Soeroso mengatakan dengan pencapaian tersebut perseroan optimis akan mencapai target yang ditetapkan pada akhir tahun 2018 yaitu pertumbuhan aset sebesar 8,5% dan pertumbuhan kredit sebesar 10,65%.

Editor: Farodlilah Muqoddam

Berita Terkini Lainnya