KINERJA KUARTAL III/2018 : Bank Danamon Mulai Positif

Oleh: Andi M. Arief 25 Oktober 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA — PT Bank Danamon Indonesia Tbk. mulai menunjukkan performa positif pada kuartal III/2018, setelah dua kuartal sebelumnya mencatatkan penurunan laba bersih.

Per akhir kuartal III/2018, Bank Danamon mencatatkan laba bersih senilai Rp3,04 triliun, tumbuh 0,13% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,03 triliun. Sebelumnya, pada kuartal I/2018 dan kuartal II/2018 laba bersih perseroan turun masing-masing sebesar 0,48% dan 1,32% secara tahunan.

Direktur Keuangan Bank Danamon Satinder Pal Singh Ahluwalia mengatakan, perolehan laba yang mulai positif merupakan hasil dari upaya konsolidasi terhadap portofolio kredit usaha mikro Danamon Simpan Pinjam (DSP) sejak tahun lalu yang sudah hampir tuntas.

Per September, lanjutnya, masih ada outstanding kredit usaha mikro senilai Rp3,5 triliun yang yang ditargetkan akan selesai terkonsolidasikan pada kuartal III/2019.

"Karena itu portofolio DSP run-off hanya fokus ke collection, tidak ada tambahan besar," ujarnya seusai paparan kinerja kuartal III/2018 perseroan di Menara Bank Danamon, Rabu (24/10).

Ahluwalia menambahan bahwa perseroan baru akan lepas dari dampak konsolidasi ini pada 2020. Setelah proses collection dan konsolidasi portofolio DSP selesai, perseroan selanjutnya akan menutup cabang DSP dan memindahkan karyawan DSP ke divisi lain.

Namun demikian, selama konsolidasi ini berlangsung perseroan akan terus melakukan pembukaan cabang baru selama hal tersebut diperlukan dan ada potensi besar yang dapat digali di tempat cabang tersebut akan dibangun. Hal ini berlaku bagi Bank Danamon maupun Adira Finance sebagai anak perusahaan.

Secara keseluruhan, emiten perbankan berkode saham BDMN tersebut mampu menekan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross hingga ke level 3% per September 2018, membaik dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama tahun lalu yang berada di level 3,3%.

Dari sisi intermediasi, total portofolio kredit dan trade finance Bank Danamon hingga kuartal III/2018 tercatat senilai Rp134,3 triliun, tumbuh 6% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp126,9 triliun.

Perinciannya, penyaluran pembiayaan pada sektor usaha kecil dan menengah tumbuh sebesar 11% secara year on year (yoy) menjadi Rp30,5 triliun, KPR tumbuh 35% (yoy) menjadi Rp7,3 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 12% (yoy) menjadi Rp49,7 triliun.

Dalam hal pembiayaan yang dilakukan Adira Finance selaku anak perusahaan perseroan, pertumbuhan dua digit tersebut ditopang oleh pembiayaan baru untuk kendaraan roda dua sebesar 14,8% dan untuk roda empat sebesar 22% secara tahunan.

Ahluwaia melanjutkan bahwa secara keseluruhan pertumbuhan perseroan dari sisi neraca masih kuat. Perseroan, sambungnya, akan fokus pada penyaluran kredit kendaraan bermotor, kredit usaha kecil dan menengah, dan kredit pemilikan rumah pada tahun depan.

Dari sisi likuiditas, nilai simpanan berjangka perseroan pun secara konsisten mengalami penurunan sejak kuartal I/2018 dan terus berlanjut sampai akhir kuartal III/2018. Per September, deposito tercatat turun sebesar 3% menjadi Rp50,9 triliun.

Menurut warga negara Kanada yang menjabat sebagai direktur keuangan Danamon pada 2017 ini, perseroan melakukan pelepasan dana mahal untuk menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah. Hal ini, sambungnya, dapat membangun pondasi yang baik untuk pertumbuhan perseroan pada tahun depan.

Sementara itu, rasio dana murah perseroan (current account saving account/CASA) terus membaik sepanjang tahun. Per September, porsi CASA tercatat meningkat menjadi 49,1% terhadap total dana pihak ketiga (DPK). Pada periode yang sama tahun lalu, rasio CASA berada pada level 47,5%.

Rasio kecukupan modal perseroan (capital adequency ratio/CAR) secara konsolidasi naik menjadi 22,3% dari 22,26%, sedangkan CAR bank only turun dari 23,81% menjadi 23,1%. (Andi M. Arief)

Editor: Farodlilah Muqoddam

Berita Terkini Lainnya