Laba Bank Danamon Kuartal III/2018 Rp3,04 Triliun

Oleh: Andi M. Arief 24 Oktober 2018 | 22:28 WIB
Laba Bank Danamon Kuartal III/2018 Rp3,04 Triliun
Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk Sng Seow Wah didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, di Jakarta, Rabu (24/10/2018)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Danamon Indonesia Tbk. meraup laba bersih senilai Rp3,04 triliun per kuartal III/2018, tumbuh 0,13% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,03 triliun. 

Kinerja positif dari sisi perolehan laba pada kuartal III/2018 merupakan pertama kalinya pada tahun ini. Pasalnya, pada kuartal I/2018 dan kuartal II/2018, laba bersih Bank Danamon turun masing-masing sebesar 0,48% dan 1,32% secara tahunan. 

Direktur Keuangan Bank Danamon Satinder Pal Singh Ahluwalia mengatakan, perolehan laba yang mulai positif merupakan hasil dari upaya konsolidasi terhadap portofolio kredit usaha mikro Danamon Simpan Pinjam (DSP) sejak tahun lalu, serta didorong oleh fungsi intermediasi yang meningkat. 

Hingga kuartal III/2018, total portofolio kredit dan trade finance Bank Danamon tercatat senilai Rp134,3 triliun, tumbuh 6% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp126,9 triliun. 

Perinciannya, penyaluran pembiayaan pada sektor usaha kecil dan menengah tumbuh sebesar 11% secara year on year (yoy) menjadi Rp30,5 triliun, KPR tumbuh 35% (yoy) menjadi Rp7,3 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 12% (yoy) menjadi Rp49,7 triliun. Dalam hal pembiayaan yang dilakukan Adira Finance selaku anak perusahaan perseroan, pertumbuhan dua digit tersebut ditopang oleh pembiayaan baru untuk kendaraan roda dua sebesar 14,8% dan untuk roda empat sebesar 22% secara tahunan. 

“Secara keseluruhan pertumbuhan perseroan dari sisi neraca masih kuat. Kami akan fokus pada penyaluran kredit kendaraan bermotor, kredit usaha kecil dan menengah, dan kredit pemilikan rumah pada tahun depan,” ujarnya, Rabu (24/10/2018). Dari sisi likuiditas, nilai simpanan berjangka perseroan pun secara konsisten mengalami penurunan sejak kuartal I/2018 dan terus berlanjut sampai akhir kuartal III/2018. Per September, deposito tercatat turun sebesar 3% menjadi Rp50,9 triliun. 

Menurut warga negara Kanada yang menjabat sebagai direktur keuangan Danamon pada 2017 ini, perseroan melakukan pelepasan dana mahal untuk menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah. Hal ini, sambungnya, dapat membangun pondasi yang baik untuk pertumbuhan perseroan pada tahun depan. Sementara itu, rasio dana murah perseroan (current account saving account/CASA) terus membaik sepanjang tahun. Per September, porsi CASA tercatat meningkat menjadi 49,1% terhadap total dana pihak ketiga (DPK). Pada periode yang sama tahun lalu, rasio CASA berada pada level 47,5%.

Rasio kecukupan modal perseroan (capital adequency ratio/CAR) secara konsolidasi naik menjadi 22,3% dari 22,26%, sedangkan CAR bank only turun dari 23,81% menjadi 23,1%.

Editor: Farodlilah Muqoddam

Berita Terkini Lainnya