Jatim Kejar Nilai Perdagangan Dalam Negeri Rp200 Triliun

Oleh: Peni Widarti 24 Oktober 2018 | 18:37 WIB
Jatim Kejar Nilai Perdagangan Dalam Negeri Rp200 Triliun
Ilustrasi pameran dagang/JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mengejar target nilai perdagangan dalam negeri tahun ini yang mencapai Rp200 triliun sejalan dengan upaya memperkuat jaringan kantor dagang di 26 daerah hingga aktif dalam setiap pameran produk lokal.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Syaiful Jasan mengatakan dari target tersebut sampai semester I/2018 tercatat sudah mencapai Rp101,15 triliun.

"Sedangkan perdagangan luar negeri kita masih defisit, sampai semester I ini minus Rp23,45 triliun. Meskipun sebetulnya kinerja ekspor kita meningkat," katanya saat konferensi pers Indonesia pameran Bagian Timur (IBT) Center, Rabu (24/10/2018).

Adapun pada 2017, nilai perdagangan domestik di Jatim ini mencapai arp164,49 triliun, sedangkan perdagangan luar negeri baik ekspor maupun impor defisit Rp68,23 triliun.

Dia mengatakan saat ini perdagangan dalam negeri masih menjadi prioritas bagi Jatim terutama untuk perdagangan bahan pokok seperti beras dan gula yang telah berkontribusi sekitar 70% dari total perdagangan antar pulau.

Sedangkan sisanya beragam produk industri olahan seperti makanan dan minuman, sementara produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) masih sangat kecil sekali.

Syaiful mengatakan saat ini Pemprov Jatim sudah memiliki 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) yang tersebar di provinsi-provinsi lainnya. Keberadaan KPD tersebut diyakini dapat memperkuat pasar dalam negeri bagi produk-produk yang dihasilkan oleh Jatim.

"KPD adalah misi dagang kita dalam rangka meningkatkan perdagangan dan memfasilitasi serta mempertemukan pengusah dari Jatim dengan pengusaha mitra dari provinsi lain. Setiap tahun kita adakan kegiatan yang diharapkan bisa memberikan kotnribusi dan stimulus," imbuhnya.

Dia menambahkan saat ini Surabaya juga telah memiliki gedung Indonesia Bagian Timur (IBT) Center yang terletak di area hotel Garden Palace Surabaya. IBT Center ini berfungsi sebagai pusat perdagangan dan investasi Indonesia bagian timur.

"Diharapkan IBT Center ini juga bisa menjadi tempat sekaligus ajang bagi pelaku usaha untuk memamerkan atau memperkenalkan produk unggulannya baik barang/jasa maupun menjual pariwisata daerahnya," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur IBT Center Jakarta, Dyah Lestari menambahkan selama gelaran IBT Expo 2018 yang berlangsung pada 31 Oktober - 4 November 2018 ini menargetkan transaksi perdagangan bisa di atas capaian tahun lalu yakni Rp1,3 triliun.

"Jumlah peserta yang ikut pameran perdagangan dan investasi tahun ini juga bertambah dari tahun lalu. Kali ini ada 70 booth lebih, kalau tahun lalu cuma kurang dari 50 booth," katanya.

Dyah menjelaskan IBT Expo yang mengusung tema 'Perdagangan dan Investasi Indonesia Bagian Timur di Era Milenial' ini, menghadirkan produk/jasa serta investasi dari sejumlah daerah terutama wilayah timur seperti Bali, NTB hingga NTT.

Selama gelaran IBT Expo bakal ada kegiatan fashion show kain tenun, tarian khas NTT yakni Tari Tiba Meka, Tari Ngeremo. Selain itu, juga bakal ada sesi forum bincang-bincang dengan orang kreatif, IBT mornibg Coffee bersama Gus Ipul, hingga beauty class bersama Melly Wong.

Dia menambahkan, pameran yang ketiga kalinya ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena menghadirkan konsep international partner opportunities yang bertujuan untuk mempertemukan dan saling menjalin hubungan bisnis antara pengusaha internasional dan pelaku usaha lokal guna membangun peluang usaha.

"IBT Expo bukan hanya diharapkan berjalin kerja sama perdagangan tapi juga bisa saling bertukar informasi dan promosi pariwisata," imbuh Dyah.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya