Pemungutan Suara Ulang di Sampang Diamankan Setidaknya 5.000 Personel

Oleh: Miftahul Ulum 24 Oktober 2018 | 15:03 WIB
Pemungutan Suara Ulang di Sampang Diamankan Setidaknya 5.000 Personel
Ilustrasi./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur, Rabu (24/10/2018), mengirimkan sebanyak 274 personel ke Sampang untuk mengamankan pemungutan suara ulang (PSU) di daerah itu pada 27 Oktober mendatang.

"Kemarin sudah diberangkatkan Brimob 700 personel. Hari ini kepala biro operasional memberangkatkan lagi 274 personel," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim Surabaya, Rabu.

Barung mengatakan para personel dikirim untuk mempertebal keamanan. Rencananya, minimal ada satu personel di tiap tempat pemungutan suara (TPS).

"Dengan maksud mempertebal pengamanan ke TPS nantinya. Satu TPS di-'backup' minimal satu anggota dengan tambahan TNI dan Linmas," ujar Barung.

Tak Logis

Mahkamah Konstitusi (MK) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang menggelar pemungutan suara ulang (PSU). Pertimbangannya jumlah daftar pemilih tidak wajar.

Kementerian Dalam Negeri mencatat penduduk Kabupaten Sampang 844.872 jiwa. Dari data tersebut, Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) yang bersuaia 17 tahun atau kurang dari umur tersebut tetapi sudah menikah sejumlah 662.673 jiwa.

Fakta di lapangan data Pilpres 2014 yang dirujuk komisi. Data awal ada 805.459 penduduk dan seiring perkembangan berkurang menjadi 803.449 penduduk.

Bila dibandingkan data pendudukan versi Kemendagri dan data yang dirujuk KPU, maka pemilih 95% dari keseluruhan jumlah penduduk. Sebanyak itu terdaftar dalam DPT dan berarti telah dewasa. Temuan ini dinilai hakim MK sulit diterima akal dikaitkan dengan rasio penduduk.

Selain itu, MK juga meminta Bawaslu mengawasi dugaan pemilih ganda, mobilisasi pemilih dan penghitungan.

Pilkada Sampang diikuti Selamet Junaidi-Abdullah Hidayat, Hermanto Subaidi-Suparto, dan Hisan-Abdullah Mansyur.

Pilkada di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur digelar di 1.450 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 180 desa dan 6 kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan Kabupaten Sampang.

Rawan Pascapemilihan

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Senin (22/10/2018) mengatakan ratusan personel ini akan diberangkatkan ke Sampang pada 25 Oktober 2018 yang dipimpin langsung oleh Kasat Brimob Polda Jatim Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmiko.

"Sekarang yang sudah kita BKO-kan adalah 700 (Brimob) dipimpin langsung oleh Kasat Brimob yang berangkat ke Sampang tanggal 25. Sejumlah 700 itu Brimob saja, nanti ada Sabhara, ada Dalmas, ada bantuan samping, jadi jumlahnya 5.000 lebih," tutur Barung.

Barung mengungkapkan, sesuai arahan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, ada perbedaan terkait penyelenggaraan Pilkada Sampang. Di mana dalam Pilkada Sampang itu, kerawanan biasanya tercipta setelah dilaksanakannya pemungutan suara.

"Kapolda menyampaikan, PSU Sampang itu berbeda. Paling rawan itu pascapemilihannya. Nah sehingga di sana sampai satu minggu (Brimob disiagakan)," ujar Barung.

Selain itu, pergeseran pasukan ini, sekaligus antisipasi pengamanan Presiden Joko Widodo yang juga dijadwalkan berkunjung ke Sumenep, dalam rangka Festival Keraton Sumenep.

"Maka di Sampang itu akan kita tambah sehubungan dengan Bapak Jokowi akan berangkat ke Sumenep setelah PSU," ucapnya.

Presiden Joko Widodo sendiri juga dijadwalkan menghadiri acara Istighasah Kubro dalam rangka Hari Santri Nasional di Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur tanggal 28 Oktober 2018.

Sumber : Newswire/Antara & Bisnis.com

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya