Kementan Fasilitasi Jagung Sebagian Peternak Ayam Blitar

Oleh: Choirul Anam 23 Oktober 2018 | 16:49 WIB
Kementan Fasilitasi Jagung Sebagian Peternak Ayam Blitar
Ilustrasi./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MALANG — Pemenuhan jagung pakan ternak ayam petelur di Kab. Blitar dan fasilitasi pembelian dengan dikoordinasi pemerintah direalisasikan secara bertahap.

Sekretaris Koperasi Peternak Unggas Rakyat Sejahtera (Putera) Blitar Rofi Yosifun mengatakan saat ini Kementan memfasilitasi pembelian jagung petani di Jombang, Nganjuk, dan Kediri, Jatim yang tergabung dalam Gapoktan dan petani binaan pemerintah dengan Rp4.625/kg di tingkat gudang petani.

“Kualitas jagung dengan kadar air 17%-20% dan pembayaran secara kontan,” katanya dihubungi dari Malang, Selasa (23/10/2018).

Volume jagung yang bisa dibeli peternak, kata dia, sebanyak 30-60 ton/hari. Jumlah jagung sebanyak, jauh dari kebutuhan peternak untuk pakan ayam petelur yang mencapai 1.000-1.500 ton/hari.

Karena itulah, ujar Rofi, peternak meminta difasilitasi Kementan untuk pengadaan jagung sebanyak 10.000 ton dengan harga yang wajar, yakni di kisaran Rp4.500/kg di tingkat gudang peternak.

“Kami berharap, pemenuhan jagung sebanyak itu bisa direalisasikan dalam 10 hari ke depan,” katanya.

Permintaan itu dilakukan sambil menunggu realisasi impor jagung untuk pemenuhan kebutuhan pakan ternak ayam petelur di Blitar. Informasi yang diterima peternak, proses impor paling tidak membutuhkan waktu 45 hari.

Menurut dia, realisasi impor jagung itu dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan datang 50.000 ton dan kekurangannya, 50.000 ton di periode berikutnya.

Di sisi lain, Kementan juga memfasilitasi penanaman jagung di lahan seluas 50.000 hektare dengan kompensasi bantuan bibit, 3 unit alat pemotong, dan 5 traktor untuk petani. Sedangkan Koperasi Putera Blitar mendapatkan bantuan berupa 3 dryer besar untuk mengeringkan jagung.

Nantinya, antara petani dan peternak melakukan kerja sama perdagangan jagung yang diikat dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman. Dengan adanya kerja sama tersebut, maka peternak dan petani menikmati harga jagung yang stabil, tidak mengalami volatilitas.

Di satu sisi, dengan adanya kerja sama tersebut maka dapat memberikan kepastian bagi peternak dan petani. Peternak diuntungkan mendapatkan pasokan pakan ternak ayam berupa jagung, sedangkan petani diuntungkan karena memperoleh kepastian dalam menjual hasil panennya.

Jika skema kerja sama itu berhasil, maka impor jagung diperkirakan akan berlangsung satu kali dengan volume 100.000 ton. Jagung sebanyak cukup untuk memenuhi kebutuhan peternak sambil menunggu petani yang diikat kerja sama dengan peternak sudah memasuki musim panen jagung.

“Impor jagung sebanyak 100.000 ton akan cukup untuk memenuhi kebutuhan jagung peternak selama hampir 4 tahun dengan asumsi permintaan jagung mencapai 1.000 ton/hari,” tuturnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya