Kemenperin Lanjutkan Program Restrukturisasi Mesin untuk IKM

Oleh: Annisa Sulistyo Rini 21 Oktober 2018 | 21:50 WIB
Kemenperin Lanjutkan Program Restrukturisasi Mesin untuk IKM
Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih /JIBI/BISNIS/Nicholas Nuriman Jayabuana

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perindustrian meneruskan program restrukturisasi mesin dan peralatan bagi industri kecil dan menengah (IKM) pada tahun ini.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan program tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian dan Petunjuk Pelaksanaan yang tertuang dalam Keputusan Dirjen IKM Kemenperin.

“Program peremajaan mesin dan peralatan penunjang produksi ini dilakukan untuk lebih meningkatkan produktivitas IKM sekaligus memacu daya saingnya sehingga mampu kompetitif di pasar domestik hingga ekspor,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/10/2018).

Pada periode 2014-2017, bantuan tersebut telah dimanfaatkan oleh 380 IKM yang meliputi sektor alat angkut, furnitur, logam, pangan, kimia, mesin, sandang, aneka, serta barang dari kayu.

Menurut Gati, upaya strategis itu telah dilaksanakan sejak 2009. Namun, pada 2009-2012, hanya menyasar untuk sektor IKM sandang. “Setelah 2012, program ini sudah bisa diakses seluruh sektor IKM secara umum,” ujarnya.

Mengenai teknisnya, Gati menjelaskan, program restrukturisasi ini berupa potongan harga kepada IKM dalam pembelian mesin dan peralatan penopang aktivitas produksi. Pelaku IKM mendapat nilai potongan (reimburse) sebesar 30% dari harga pembelian mesin atau peralatan yang dibuat di dalam negeri. Sementara itu, untuk mesin atau peralatan buatan luar negeri, nilai potongannya sebesar 25% dari harga pembelian.

Sepanjang periode 2014-2017, total nilai potongan harga yang telah diberikan IKM mencapai Rp42,306 miliar.

Supaya program ini dapat dirasakan secara merata, Kemenperin menginformasikan kepada seluruh pelaku IKM di Indonesia. Pada 28 Oktober 2018 di Surakarta nanti, Ditjen IKM menyenggarakan kegiatan “Sosialisasi Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM untuk Meningkatkan Daya Saing Ekspor” yang diikuti sebanyak 200 pelaku IKM dari berbagai sektor seperti pangan, barang dari kayu, furnitur dan 25 stakeholder terkait.

Dari tahun ke tahun, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin telah melakukan penyempurnaan agar memudahkan IKM dalam mengakses atau memanfaatkan program ini, antara lain melalui simplifikasi prosedur, persyaratan dan kriteria. Selain itu, pendampingan dan asistensi oleh Lembaga Pengelola Program (LPP) terus dilakukan agar program ini dapat lebih mudah diaplikasikan.

Adapun, industri manufaktur mikro dan kecil mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,93% secara tahunan pada kuartal II/2018. Angka ini lebih besar dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II tahun sebelumnya yang sebesar 2,50%.

Sebelumya, Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), mengatakan pertumbuhan tersebut didorong kenaikan produksi industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar 25,55%. Selain itu, industri percetakan dan reproduksi media rekaman tumbuh 24,42%. Dia memperkirakan penurunan di industri pengolahan tembakau ini disebabkan oleh kinerja industri rajangan tembakau.

Secara q-t-q, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil naik sebesar 1,34%, didorong oleh industri pakaian jadi, industri percetakan dan reproduksi media rekaman, dan industri mesin.

Editor: Maftuh Ihsan

Berita Terkini Lainnya