Jembatan Timbang di Pintu Masuk Sumatra Mulai Beroperasi

Oleh: Ilham Budhiman 19 Oktober 2018 | 18:49 WIB
Jembatan Timbang di Pintu Masuk Sumatra Mulai Beroperasi
Ilustrasi jembatan timbang/Antara-Asmaul Chusna

Bisnis.com, JAKARTA - Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang (JT) Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mulai beroperasi seiring dengan peresmiannya oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Pengoperasian JT Way Urang tersebut diharapkan dapat mencegah pelanggaran muatan kendaraan barang di pintu masuk Pulau Sumatra lantaran merupakan salah satu JT yang sangat strategis sebagai pintu utama pengawasan angkutan barang di wilayah itu. 

JT dengan luas lahan 19.620 meter persegi ini memiliki landasan utama sebesar 18 meter dengan kapasitas 80 ton. 

“Dengan JT yang baru ini banyak filosofi, antara lain terang, kita pasang banyak lampu di sini. Yang kedua akuntabel dan keterbukaan tercermin dari bangunan yang modern dan minimalis serta banyak kaca. Sehingga orang dari luar bisa melihat apa yang dilakukan anggota di dalam,” kata Dirjen Budi yang meresmikan JT tersebut dalam keterangan resminya pada Jumat (19/10/2018). 

Dia menjelaskan JT Way Urang ini merupakan JT pertama yang dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Dia juga menyoroti perubahan besar-besaran di seluruh JT yang kini bebas pungli. 

“Apa artinya jika kami bangun JT ini dengan filosofi demikian kalau lingkungan kita masih berharap bisnis proses seperti kondisi JT yang lama. Bagi operator terutama pemilik kendaraan kami berharap jangan begitu ada pelanggaran nanti ingin memberi dan akhirnya ada pungli,” jelasnya.

Menurutnya, pungli terjadi karena ada kondisi petugas yang meminta dan masyarakat yang memberi. Ia pun menegaskan bahwa JT bukanlah tempat untuk pemerintah mencari uang melainkan untuk mengawasi. 

"Jadi tiap ada pelanggaran harus ada penindakan. Sejak Agustus lalu kami menerapkan penurunan barang terhadap pelanggaran yang beratnya lebih di atas 100% dan saya minta tiap beberapa bulan atau 1 tahun dievalusi karena seharusnya tiap tahun ada penurunan (terhadap angka ODOL),” ujar Dirjen.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu & Lampung Rahman Sujana mengatakan progress pembangunan JT Way Urang ini terbagi dalam tiga tahap yaitu pekerjaan persiapan fasilitas utama, penunjang, pelengkap pada 2017, tahap kedua yaitu pekerjaan lanjutan dan finishing, dan tahap ketiga pekerjaan sistem informasi dan pagar keliling.

Rahman juga menambahkan bahwa pihaknya sejak 12 September 2018 melakukan sosialisasi bersama PT Surveyor Indonesia guna mendapatkan data angkutan barang dan memberikan informasi terkait keselamatan angkutan.

“Terkait dengan over-dimension dan over-loading (ODOL) dilakukan sosialisasi terhadap pengemudi angkutan barang. Dari 789 kendaraan, yang tidak melanggar sebanyak 237 kendaraan atau 30%, dan yang melanggar 552 kendaraan atau 70%. Pelanggaran tersebut terbagi menjadi 17% pelanggaran overdimension sementara 83% pelanggaran overloading,” kata Rahman.

JT Way Urang diperkuat oleh personil dengan jumlah 26 orang yang terdiri dari 18 pegawai negeri sipil dan delapan orang tenaga honorer serta didampingi 17 pegawai dari Surveyor Indonesia.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya