Dermaga Pelabuhan Maumere Ditarget Rampung 2019

Oleh: Peni Widarti 12 Oktober 2018 | 16:30 WIB
Dermaga Pelabuhan Maumere Ditarget Rampung 2019
Maumere, Nusa Tenggara Timur/Istimewa

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menargetkan proyek pembangunan dermaga sepanjang 150 meter di Pelabuhan L-Say Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa rampung pada 2019.

Corporate Secretary Pelindo III, Faruq Hidayat mengatakan penyelesaian pembangunan dermaga tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan berbarengan dengan gedung terminal penumpang berkapasitas 1.000 orang yang sudah selesai.

"Gedung terminal penumpang sudah selesai dan telah diresmikan pada awal 2018 bersama dengan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya kala itu. Selanjutnya mendorong pengembangan dermaganya," jelasnya, Jumat (12/10/2018).

Dia mengatakan pembangunan dermaga 150 meter di Maumere ini bagian dari program pengembangan layanan di 11 gedung terminal penumpang yang tengah digarap, di antaranya seperti Ende, Tenau Kupang, Lembar, Sampit, Kumai, Batulicin, Bima, Waingapu, Kalabahi, dan Ippi.

"Meski kontribusi pendapatan dari pelayanan penumpang ini masih kecil sekitar 2% dari total pendapatan perseroan, tapi keberadaan terminal penumpang yang bagus dan layak sangat dibutuhkan untuk menunjang pelabuhan itu sendiri," jelasnya.

Terpisah, GM Pelindo III Pelabuhan Maumere Yuvensius Andre Kartiko menjelaskan, Pelabuhan Maumere selama ini melayani kapal penumpang dengan rute pelayaran utama jurusan Makasar - Maumere - Kupang dan sebaliknya.

"Rata-rata per bulannya ada 15 kapal penumpang yang sandar di Pelabuhan Maumere ini," katanya.

Adapun hingga September tahun ini, tercatat jumlah penumpang yang turun (debarkasi) ada 52.169 orang dan penumpang yang naik (embarkasi) 49.417 orang.

Sementara untuk layanan kargo, rata-rata ada 7 kapal peti kemas dan 2 kapal general cargo yang sandar. Hingga September 2018, Pelindo III mencatatkan arus peti kemas di pelabuhan ini mencapai 12.723 boks atau setara dengan 14.220 TEUs dengan rata-rata per bulan mencapai 1.414 boks atau setara 1.580 TEUs.

Sedangkan untuk arus general cargo hingga periode yang sama telah mencapai 24.207 ton dan 1.404 meter kubik kargo.

Andre menambahkan, saat ini pihaknya juga telah membangun akses jalan guna mengakomodir peningkatan arus penumpang maupun antisipasi peningkatan arus barang.

"Fasilitas lapangan penumpukan juga akan dimulai proses perbaikannya agar layanan semakin produktif, apalagi di Maumere logistik yang biasa diangkut seperti komoditas mete, kopra, kakao, cengkeh, dan asam," imbuhnya.

Andre menambahkan, menanggapi pemberitaan terkait upah tenaga kerja bongkat muat (TKBM) di Pelabuhan Maumere yang dianggap tidak sesuai, Pelindo III menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki hubungan industrial secara langsung dengan para TKBM.

Selama ini, lanjutnya, pekerja bongkar muat ini langsung bekerja di bawah koordinasi Koperasi TKMB.

"Kami bersama pihak-pihak yang berkepentingan di pelabuhan bersedia menjadi mediator hubungan industrial TKBM ini, dengan harapan mediasi bisa menemukan kesepakatan yang tepat," imbuhnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya