Pemkab Pegunungan Arfak Minta Bantuan Pembangunan Jalan

Oleh: Yanita Petriella 10 Oktober 2018 | 18:00 WIB
Pemkab Pegunungan Arfak Minta Bantuan Pembangunan Jalan
Salah satu BTS Telkomsel di daerah perbatasan. Telkomsel secara nasional telah mengoperasikan 627 base transceiver station (BTS) yang berlokasi di perbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina, dan Papua Nugini dalam upaya mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bisnis/Istimewa

Bisnis.comMANOKWARI - Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak meminta jalur Manokwari-Pegunungan Arfak untuk dijadikan jalur jalan Trans Papua.

Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf)  Yosias Saroy mengatakan jalan menuju ibukota Pegaf yakni Anggi ini memiliki kondisi jalan yang masih batu-batuan, tanah dan lumpur. Kabupaten Pegaf ini merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Manokwari sejak 2012. 

Anggaran daerah untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah ini senilai Rp200 miliar per tahun pun tak mencukupi. Pasalnya, anggaran yang diperoleh kabupaten pegaf ini mencapai Rp770 miliar dimana anggaran ini sudah termasuk dana alokasi khusus, dana alokasi umum, dana otonomi khusus untuk pembangunan sekolah, kesehatan, jalan, jembatan, pengadaan air bersih, pariwisata, belanja pegawai, dan lain sebagainya.

"Di kabupaten Pegaf ini memiliki 165 desa/ kampung dimana terdapat 30 desa yang belum memiliki akses jalan dan 50 desa yang belum teraliri listrik. Mereka menggunakan genset dan pasti butuh solar. Untuk bangun 1 kilometer jalan butuh dana Rp1 miliar," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (10/10/2018). 

Menurutnya, apabila jalur Manokwari hingga Pegaf ini dibangun oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementerian PUPR maka akan mengurangi beban anggaran daerah.

Pembangunan jalan ini sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tiap desa. Terlebih kawasan Pegaf ini akan dijadikan sebagai destinasi wisata sehingga infrastruktur jalan yang baik dibutuhkan.

Dia menambahkan pembangunan jalan untuk menuju desa-desa di Pegaf ini sulit karena melintasi cagar alam sehingga harus mengajukan izin pembangunan jalan di kawasan cagar alam terlebih dahulu.

Editor: Wike Dita Herlinda

Berita Terkini Lainnya