Jatim Fair Diharapkan Dorong UMKM Jatim Tumbuh 10%

Oleh: Peni Widarti 09 Oktober 2018 | 15:20 WIB

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kinerja usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Jatim bisa tumbuh sampai 10% tahun ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong promosi melalui gelaran Jatim Fair 2018.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan selain melalui gelaran Jatim Fair yang diadakan setiap tahun itu, Pemprov Jatim juga ingin mendorong UMKM masuk dalam market place digital guna memperluas pasar.

"Tahun ini kita mengikutkan sistem digital dalam Jatim Fair seperti Bukalapak agar UMKM bisa memiliki pasar yang lebih luas, di mana ada barang, seller dan juga buyer bisa ketemu untuk transaksi," katanya seusai pembukaan Jatim Fair 2018, Selasa (9/10/2018).

Dia mengatakan UMKM yang masuk sistem digital diyakini bisa memotong mata rantai perdagangan dan memperpendek proses penjualan sehingga lebih efisien dan berdaya saing tinggi.

Harapannya, lanjutnya, pelaksanaan Jatim Fair kali ini bukan hanya tujuan penjualan selama pameran tetapi juga transaksi penjualan UMKM yang berkelanjutan.

Pakde Karwo menambahkan pada 2012 jumlah UMKM Jatim mencapai 6,8 juta, pada 2017 tercatat jumlah UMKM Jatim tumbuh menjadi 12,1 juta UMKM. Sebanyak 7,5 juta di antaranya merupakan UMKM di sektor agro, dan sebanyak 4,6 juta ada di non agro.

"Sedangkan yang sudah siap masuk pasar digital sudah mencapai 1,2 jutaan UMKM. Ini akan kita dorong terus yang belum masuk sistem digital," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama saat membuka pameran Jatim Fair, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan diharapkan kegiatan pameran UMKM tersebut menjadi ajang promosi yang tepat sasaran.

"Diharapkan juga Jatim Fair ini terjadi perputaran uang di Jatim, sehingga menimbulkan gairah ekonomi," katanya.

Dia menambahkan, di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, UMKM Jatim bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggenjot penjualan ke pasar ekspor.

Adapun kegiatan Jatim Fair 2018 yang digelar di Grand City Surabaya selama 9-14 Oktober 2018 ini mengadirkan sekitar 550 peserta mulai dari stan pemerintahan atau dinas-dinas hingga UMKM Jatim.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya