Seperti Apa Sejarah Coworking Space dan Elemen Intinya?

Oleh: Gloria Fransisca Katharina Lawi 08 Oktober 2018 | 21:15 WIB
Seperti Apa Sejarah Coworking Space dan Elemen Intinya?
Salah satu coworking space di Kuningan, Jakarta Selatan./Reuters
Bisnis.com, JAKARTA – Tren ruang kerja coworking space mendorong para pelaku usaha mengubah desain ruang kantor mereka menjadi coworking space, lantas seperti apa sejarah kemunculan berbagai ruang ini di Indonesia?
 
Ketua Asosiasi Coworking Space Indonesia Faye Alund mengatakan asosiasi coworking space bergerak pertama 2016. Padahal, coworking space pertama kali muncul di Bandung pada 2010,
 
"Jadi 2010 itu pertama kali coworking space ada di Bandung, itu ada hackerspace. Itu mereka pekerja IT sewa rumah, kerja bareng, meskipun tampilannya tidak cakep tapi awal mulanya coworking space ya begitu," terang Faye di Equity Tower, Senin (8/10/2018).
 
Dia berpendapat, coworking space memiliki ciri sebagai arena dan ruang komunitas. Maka coworking space tidak memiliki identitas tertentu sebagai perusahaan atau pekerja. Tak heran jika pada mulanya coworking space identik untuk para freelancer dan pelaku industri digital ataupun entrepreneur. Padahal menurut Faye, konsep coworking space bisa diadaptasi pula di perusahaan.
 
"Perusahaan besar punya bangunan dan properti lebih bagus, tetapi mau sebagus apapun, yang penting adalah company culture. Perlu dapat suntikan ide baru, nah, bentrokan-bentrokan itu yang membuat ruang kerja corporate beralih ke coworking space," kata Faye.
 
Dia menambahkan konsep coworking space sebenarnya memberikan ruang interaksi dengan pihak lain di luar institusi atau perusahaan. Dengan perbedaan perspektif dan transfer ilmu maka akan potensi melahirkan kolaborasi lintas perusahaan.
 
"Jadi ini bukan hanya untuk millenials, tetapi bagi siapapun yang sudah lahir dan berkembang pada era internet. Coworking space itu tidak hanya untuk ruang interaksi bagi orang ekstrovert, tetapi juga menjawab kebutuhan ruang kerja orang introvert," sambungnya.
 
Kehadiran coworking space juga mirip dengan fenomena kehadiran tempat gym. Awalnya, orang berpikir, tidak perlu pergi ke gym karena bisa olahraga di lingkungan rumah. Namun lambat laun bisnis gym ramai peminat karena tawaran untuk berkomunitas antar sesama anggota yang ingin olah raga.
Mereka juga memiliki kegiatan olah raga bersama yang menstimulus orang untuk bergabung dan mendorong ekspansi bisnis gym.
 
"Jadi yang terpenting dari coworking space itu infrastruktur dan ekosistemnya," kata Faye.
 
Faye menyebut, infrastruktur fisik terpenting di coworking space antara lain ada; listrik dan internet. Namun dua hal itu juga bukan faktor utama. Iklim dari coworking space sangat menentukan tingkat kenyamanan anggota coworking space
 
"Misalnya, pernah ada kantor desain dan perlengkapan kursi argonomis, namun ada politik misal, nyinyir bos, dan lainnya. Kondisi itu kan membuat pekerja ingin resign ya? Padahal indikator di kantor itu orang betah karena ada teman, asyik, seru, bukan hanya meja bagus. Jadi infrastruktur bukan alasan utama untuk membangun coworking space. Yang penting ekosistem," tutur Faye.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya