Limosin Tabrak Highlander & Pejalan Kaki di New York, 20 Tewas

Oleh: Renat Sofie Andriani 08 Oktober 2018 | 12:21 WIB
Limosin Tabrak Highlander & Pejalan Kaki di New York, 20 Tewas
Suasana pengamanan di tempat kejadian perkara.

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak dua puluh orang dilaporkan tewas ketika sebuah limosin menghantam kendaraan dan pejalan kaki di wilayah utara New York, Amerika Serikat (AS).

Saking mengerikannya, oleh pihak otoritas federal insiden ini disebut sebagai kecelakaan transportasi paling mematikan di AS dalam hampir satu dekade.

Kecelakaan ini bermula ketika sebuah limosin menerobos melalui persimpangan jalan raya tanpa berhenti pada Sabtu sore (6/10/2018) waktu setempat, menurut Kepolisian Negara Bagian New York dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) pada hari Minggu (7/10).

Limo itu kemudian menghantam sebuah Toyota Highlander di tempat parkir sebuah restoran sekaligus menabrak dua pejalan kaki. Seluruh 18 penumpang limosin dan dua pejalan kaki tersebut tewas seketika.

“Dua puluh korban jiwa angka mengerikan. Saya telah ambil bagian dalam Dewan selama 12 tahun dan ini adalah salah satu jumlah korban jiwa terbesar yang telah kita lihat dalam waktu yang lama,” ujar Ketua NTSB Robert Sumwalt dalam suatu konferensi pers pada hari Minggu (7/10).

Sejumlah kendaraan darurat pun merapat di dekat tempat parkir Apple Barrel Country Store, lokasi kecelakaan, di Schoharie, sekitar 40 mil (65 km) barat ibu kota negara bagian, Albany.

“Itu adalah kecelakaan transportasi paling mematikan di Amerika Serikat sejak sebuah kecelakaan pesawat memukul wilayah Buffalo, New York, dan menewaskan 49 orang pada tahun 2009,” tambah Sumwalt.

NTSB dan Kepolisian Negara Bagian New York dikabarkan sedang menyelidiki penyebab kecelakaan itu dan mengkaji peraturan keselamatan di industri limusin.

Para korban dibawa ke Albany Medical Centre tempat otopsi dilakukan. Di antara korban jiwa adalah dua pasang pengantin baru, seperti dilaporkan New York Times. Tak ada korban cedera dilaporkan dalam insiden ini.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya