BRI Siapkan US$200 Juta untuk Garuda Indonesia

Oleh: Muhammad Khadafi 05 Oktober 2018 | 16:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT  Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menandatangani perjanjian kerja sama soal standby letter of credit (SLBC) dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (5/10/2018). Bank pelat merah ini menyediakan fasilitas standby letter of credit (SLBC) senilai US$200 juta.

Ditektur Utama BRI Suprajarto mengatakan bahwa industri penerbangan belakangan menjadi sektor yang potensial. Hal ini tercermin dari pertumbuhan potensi wisata sejumlah wilayah di Indonesia dan meningkatnya jumlah wisatawan domestik dan asing.

Selain karena hal tersebut, kerja sama ini juga merupakan bentuk sinegi badan usaha milik negara (BUMN). "Sinergi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap suplai dolar di dalam negeri untuk turut membantu pemerintah dalam menguatkan nilai tukar rupiah melalui pemasukan devisa” kata Suprajarto, Jumat (5/10/2018). 

Dengan adanya kerja sama ini BRI memberikan fasilitas pinjaman non cash loan (NCL) berupa fasilitas SBLC dengan sumber rekening nostro BRI di luar negeri. Garuda dapat menggunakannya untuk menggantikan dana perawatan pesawat atau maintenance reserve (MR) kepada lessor pesawat.

Selain itu, SBLC ini dilakukan dengan kerja sama lindung nilai (hedging) melalui fasilitas forex line sebesar US$200 juta. Diharapkan upaya ini dapat memitigasi risiko terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang yang disebabkan kondisi kekurangan pasokan dolar, di mana kebutuhan Garuda yang masih didominasi dalam mata uang tersebut. Adapun instrumen untuk lindung nilai yang digunakan antara lain seperti Value Today, Tom, Spot, dan Forward.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara mengatakan dalam upaya kami untuk terus berekspansi dan meningkatkan daya saing di tengah industri penerbangan yang semakin kompleks dan dinamis, Garuda Indonesia membutuhkan ukungan dan kepercayaan para mitra dan stakeholders. "Dalam hal ini khususnya BRI sebagai mitra usaha strategis Garuda Indonesia,” katanya.

Editor: Farodlilah Muqoddam

Berita Terkini Lainnya