Progres Fisik Tol Pandaan-Malang Sudah 71,2%

Oleh: Peni Widarti 04 Oktober 2018 | 16:39 WIB
Progres Fisik Tol Pandaan-Malang Sudah 71,2%
Direktur Utama Jasa Marga Pandaan-Malang Agus Purnomo (kanan) dan Corporate Secretary Jasa Marga Agus Setiawan (kiri) saat melakukan Site Visit Proyek Tol Pandaan-Malang yang memiliki panjang 38,34 km, Kamis (4/10)./Bisnis-Peni Widarti

Bisnis.com, PASURUAN -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk. akan mengebut pembangunan jalan tol Pandaan-Malang yang memiliki panjang 38,34 kilometer (km), yang hingga saat ini progres fisiknya telah mencapai 71,2%.

Direktur Utama Jasa Marga Pandaan-Malang Agus Purnomo mengatakan pembangunan ruas tol tersebut tergolong cepat mengingat Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ini baru dibentuk pada Juni 2016.

"Meski ada beberapa titik pembangunan sempat tersendat, tapi ini bisa dikatakan lancar. Dari seksi 1-5, progres pembebasan lahannya sudah 90%, meskipun pembebasan lahan itu tidak barengan sehingga konstruksinya juga tidak langsung menyambung," jelasnya di sela-sela Site Visit Tol Pandaan-Malang, Kamis (4/10/2018).

Agus menyebutkan progres pembangunan fisik tol di seksi 1-3 telah mencapai 76,9% dan akan dikejar untuk rampung pada November 2018. Namun, tol yang menghubungkan Pandaan hingga Singosari ini belum bisa beroperasi langsung karena harus melalui tahap uji kelaikan.

"Operasional tol Pandaan=Malang seksi 1-3 ini harus menunggu uji laik operasi, baru ada proses peresmian. Kira-kira butuh 1 bulan uji kelaikan dari Dinas Bina Marga, kepolisian, juga Kementerian Perhubungan. Diperkirakan bisa beroperasi awal tahun depan," lanjutnya.

Secara terperinci, sampai September 2018, proyek tol Pandaan-Malang pada Seksi 1 (Pandaan-Purwodadi) sepanjang 15,4 km telah mencapai progres pembebasan lahan 88,4% dan progres fisik 87,15%.

Untuk Seksi 2 (Purwodadi-Lawang) sepanjang 8 km, progres pembebasan lahan telah mencapai 96,11% dan pogres fisik 63,11%. Seksi 3 (Lawang-Singosari) sepanjang 7,1 km telah mencapai progres pembebasan lahan 98,2% dan progres fisik 75,18%.

Seksi 4 (Singosari-Pakis) sepanjang 4,7 km dengan progres pembebasan lahan 88,26% dan progres fisik 47,53%. Seksi 5 (Pakis-Malang) sepanjang 3,1 km telah progres pembebasan lahannya sudah mencapai 72,5% dan progres fisik 23,11%.
 
Agus menjelaskan investasi proyek tol Pandaan-Malang ini sekitar Rp5,9 triliun, belum termasuk lahan. Saat ini, dana yang digunakan untuk pembebasan lahan sebesar Rp3 triliun dan masih akan berkembang mengingat ada banyak lahan yang belum dibebaskan.

"Dana proyek ini berasal dari dana internal perusahaan juga pinjaman bank sindikasi," terangnya.

Proyek tersebut juga masih menghadapi sejumlah kendala dan pertambahan investasi karena ada 200 struktur cross yang harus dilewati, di antanya jembatan sungai, jembatan nasional, jembatan provinsi, jalan kabupaten, jalan desa, perlintasan kereta api, hingga saluran irigasi.

"Ketika ada cross, kami harus menambah lahan untuk menghubungkan kanan dan kiri jalan tol sehingga tidak menggangu eksisting lingkungan yang ada, apakah itu rumah, air juga sawah," imbuh Agus.

Rencanya, tol Pandaan-Malang memiliki 4 rest area di Km 8 (jalur menuju Malang) dan di Km 27 (jalur menuju Pandaan). Selain itu, proyek tol ini akan memiliki 5 interchange atau pintu tol, yakni di Purwodadi, Lawang, Singosari (dekat lantor polisi Karanglo), Pakis (jalur menuju bandara), dan Malang kota (Velodrom).

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya