Jatim Deflasi 0,01%, Ini Pemicunya

Oleh: Peni Widarti 02 Oktober 2018 | 07:25 WIB

Bisnis.com, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis Provinsi Jawa Timur pada September 2018 mengalami deflasi 0,01% yang didorong oleh faktor turunnya harga-harga bahan makanan pokok.

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono mengatakan meski pada September masih ada kenaikam biaya pendidikan terutama Perguruan Tinggi, tetapi pada periode tersebut telah tertutup oleh banyaknya komoditas yang mengalami penurunan harga.

"Komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi adalah daging ayam ras, tarif angkutan udara dan telur ayam ras," katanya saat Berita Resmi Statistik, Senin (1/10/2018).

Selain itu, komoditas lain yang turut serta menekan laju inflasi yakni bawang merah, cabai rawit, cabai merah, tomat sayur, gula pasir, kacang panjang, dan susu untuk balita.

Dia mengatakan jika dibandingkan September tahun lalu, laju inflasi Jatim mencapai 1,78%, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun mencapai 2,75%.

"Tentu ini bagus sekali, artinya tidak memberatkan masyarakat karena inflasinya rendah dan harga-harga terkendali," ujarnya.

Ada 5 kota yang mengalami deflasi, dan yang tertinggi adalah Banyuwangi yakni 0,49%. Sedangkan yang inflasi ada 3 kota yang tertinggi adalah Kediri 0,20%. 

Kelompok yang menyebabkan inflasi tersebut di antaranya adalah pendidikan, rekreasi dan olah raga, juga melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sehingga berimbas pada naiknya harga-harga buah impor dan diikuti buah lokal seperti jeruk dan pepaya.

"Jadi September ini, kelompok inti mengalami inflasi 0,31%, komponen yang diatur pemerintah mengalami deflasi 0,13%, dan komponen yang bergejolak juga deflasi 0,97%," imbuh Teguh.

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya