Kaltim Siapkan 3 Rumah Sakit untuk Korban Gempa Palu-Donggala

Oleh: Sophia Andayani 01 Oktober 2018 | 20:39 WIB
Kaltim Siapkan 3 Rumah Sakit untuk Korban Gempa Palu-Donggala
Rapat koordinasi pemberian bantuan Pemprov Kaltim untuk korban bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Senin (1/10)./JIBI/BISNIS-Sophia Andayani

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan tiga rumah sakit rujukan yaitu RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSUD AWS Samarinda dan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam (AHM) Samarinda untuk menampung korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala yang memerlukan penanganan dan perawatan intensif.

Direktur RSUD Kanujoso Djatiwobowo Balikpapan, dr Edy Iskandar, mengatakan pihaknya siap menerima pasien rujukan korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sementara ini tidak semua dokter bedah diberangkatkan ke Palu. Pihaknya menunggu di Balikpapan untuk mengantisipasi kemungkinan ada pengalihan penanganan korban gempa ke Balikpapan.

"Jadi pasien-pasien yang perlu penanganan pembedahan dan operasi, dokter kita yang berjumlah 15 dokter spesialis dari berbagai bidang sudah siap di tempat untuk melakukan operasi khususnya pasien yang memang memerlukan pertolongan melalui operasi," kata Edy Iskandar usai mengikuti rapat koordinasi pemberian bantuan Pemprov Kaltim untuk korban bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Senin (1/10/2018)

Edy menuturkan, apabila RSUD Kanujoso kelebihan pasien dari Palu, maka RSUD AWS Samarinda siap membantu baik perawat maupun untuk dokter bedah, termasuk RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda khususnya dalam penanganan pasien yang mengalami trauma yang berlebihan.

"Intinya, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSUD AWS Samarinda dan RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda siap menerima korban yang perlu penanganan dan perawatan intensif maupun untuk penyembuhan korban gempa dan tsunami yang mengalami trauma," ujarnya.

Pada hari ini telah dirujuk 4 orang pasien dari Palu yang masuk ke RSUD Kanujoso, dan sudah dilakukan penanganan dan perawatan secara intensif. Semua pasien rujukan korban gempa dan tsunami tidak dikenakan biaya.

"Karena situasi bencana nasional, maka semua pembiayaan untuk pasien rujukan dari Sulteng yang masuk ke RSUD Kanujoso Balikpapan, RSUD AWS Samarinda, maupun RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda tidak dikenakan biaya," pungkas Edy Iskandar.

 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya