Festival Rogojembangan Satukan Alam dengan Budaya

Oleh: Rahmi Hidayati 29 September 2018 | 08:53 WIB
Festival Rogojembangan Satukan Alam dengan Budaya
Kabupaten Pekalongan menggelar Festival Rogojembangan yang mencakup pagelaran seni, pameran UKM, serta festival musik pada 28-30 September 2018./Dok. Rahmi Hidayati

Bisnis.com, JAKARTA -- Pagi ini, Petung Kriyono yang senyap akan berubah meriah.  Ratusan orang akan berjalan beriringan dalam kirab budaya yang menggambarkan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dari masa ratusan tahun yang lalu.

Ada yang namanya Aren Sakjodo, Gula Aren Setangkep, Banyu Tuk Sanga, kesenian Rampak dan Klenengan.

“Ini festival budaya pertama di Kabupaten Pekalongan. Kami terinspirasi oleh Festival Dieng yang jaraknya hanya satu jam perjalanan dari sini,” Kata Muhammad Bambang Irianto, Kepala Dinas Olah Raga dan Pariwisata Pekalongan.

Dia menjelaskan acara yang berlangsung 28-30 September 2018 ini melibatkan pula Usaha Kecil dan Menengah (UKM) unggulan di kabupaten tersebut. 

Dok. Rahmi Hidayati

Festival yang bernama Rogojembangan ini memadukan potensi alam dengan budaya dalam sebuah atraksi wisata yang menarik. Rogo artinya badan, sedangkan jembangan berarti wadah berkumpul.

Maka, Festival Rogojembangan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Pekalongan dengan beragam budaya. Akan ada pertunjukan kuda lumping, Kuntulan, dan Sintren Langensari.

Pada malam hari, diadakan pagelaran musik para musisi Pekalongan seperti Reggae Cassava, Keroncong Wapres dan Seroja Entertainment. Pada malam ini, akan hadir  musik alas (hutan) dengan bintang tamu Kailasa dari Dieng, Olski dari Jogjakarta dan Tigapagi dari Bandung. 

Sementara itu, pada siang ini para hadirin akan disuguhkan 1.000 cangkir kopi dan 1.000 cimplung. Petung Kriyono memang terkenal dengan kopinya yang beraroma khas yang sering diminum dengan gula semut.

Adapun cimplung terbuat dari singkong yang dibalur gula merah.

Dok. Rahmi Hidayati

Petung Kriyono merupakan kecamatan di ketinggian 1.200 mdpl. Di beberapa lokasi ditemukan situs-situs purbakala yang diperkirakan berusia hampir 2.000 tahun.

Lokasi ini dipercaya menjadi jalur pengembangan budaya sehingga akhirnya dibangunlah komplek candi di Dieng dan Prambanan di Yogyakarta.

Sementara itu, Rogojembangan adalah nama gunung tertinggi di Petung Kriyono yang memiliki peran penting dalam sejarah geologis Pekalongan. Berkat letusannya ribuan tahun lalu, terbentuklah daratan yang sekarang dinamakan Pekalongan.

Selain menghadiri festival, pengunjung dapat pula menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan menuju Petung Kriyono yang dihiasi bukit, sungai dan sawah. Tak jauh dari lokasi acara, terdapat air terjun indah yang dinamai Curug Bajing.

Pada Minggu (30/9), akan ada acara bersih-bersih di Gunung Tugu. Pemandangannya pun luar biasa indah di sana, yang dilengkapi beberapa spot foto menarik. 

 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya