SMF Kejar Penyaluran KPR hingga Rp10 Triliun

Oleh: Peni Widarti 28 September 2018 | 17:03 WIB
SMF Kejar Penyaluran KPR hingga Rp10 Triliun
Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial Ananta Wiyogo (tengah) didampingi Direktur Heliantopo (kiri) dan Direktur Trisnadi Yulrisman memberikan penjelasan pada paparan pencapaian kinerja tahun 2017 & rencana kerja tahun 2018, di Jakarta, Jumat (2/3/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, SURABAYA - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) tengah mengejar target penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp10 triliun salah satunya melalui kerja sama dengan berbagai bank swasta, pemerintah maupun bank daerah.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Heliantopo mengatakan target tahun ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp6,4 triliun dan capaiannya melebihi target yakni tembus Rp7,9 triliun.

"Untuk mencapai target tersebut kami sudah bekerja sama dengan banyak bank yang dananya kami salurkan dulu ke bank, lalu bank akan mengelola dan menyalurkannya ke nasabah," katanya di sela-sela Rapat Koordinasi Peningkatan Peran Pemerintah Daerah Dalam Penyaluran KPR Bersubsidi oleh BPD, Jumat (28/9/2018).

Dia mengatakan sebelumnya kebanyakan bank yang menyalurkan KPR hanya bank swasta dan bank BUMN. Saat ini SMF mukai gencar masuk ke bank BUMD atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) sejalan dengan 

Surat Kementerian PUPR No.463/2018 yang berlaku 20 Agustus 2018 tentang program penyaluran KPR subsidi.

Heliantopo menjelaskan SMF mau masuk ke BPD lantaran BPD akan lebih tepat sasaran karena bank daerah lebih tahu kondisi masyarakatnya secara detail mulai dari tingkat kecamatan, sifat masyarakatnya, potensinya, jumlah kebutuhan rumah hingga harga pasarannya.

"Untuk menjalankan program penyaluran KPR subsidi, SMF akan menggelontorkan Rp2 triliun yang nanti akan dikelola oleh BPD, termasuk Bank Jatim karena potensi kebutuhan rumah MBR di Jatim juga banyak," katanya.

Dia mengatakan kontribusi KPR subsidi bagi SMF masih sangat kecil karena baru saja dimulai. Sebelumnya SMF kebanyakan menyalurkan KPR non subsidi untuk rumah kelas menengah ke bawah dengan plafon maksimal Rp700 jutaan.

"Kontribusi penyaluran KPR kita didominasi di wilayah Jawa Barat, Banten lalu Jatim," imbuhnya.

Heliantopo menambahkan, hingga semester I/2018, SMF telah menyalurkan KPR mencapai 50% dari total target 2018. Harapannya, melalui berbagai kerja sama dengan bank, termasuk dengan BPD untuk rumah subsidi, target SMF tahun ini dapat terealisasi.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya