HARI TANI NASIONALn : Bhineka Life Dorong Petani Sadar Asuransin

Oleh: Reni Lestari 25 September 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA — PT Bhineka Life Indonesia mendorong petani dalam negeri untuk lebih melek terhadap pentingnya asuransi sebagai instrumen perlindungan diri dan keluarga.

Direktur Utama Bhinneka Life Wiroyo Karsono menjelaskan, saat ini belum banyak petani yang memiliki asuransi, khususnya asuransi jiwa. Padahal dengan asuransi, para petani dapat menjamin lahan pertanian mereka tetap produktif agar kebutuhan sehari-hari terpenuhi.

Wiroyo menjelaskan, bagi para petani yang bekerja di sektor perkebunan misalnya, ketika usia tanaman perkebunan akan memasuki senja, produktivitas dari lahan tersebut akan menurun.

Kondisi ini membuat petani harus melakukan peremajaan lahan untuk mengembalikan tingkat produktivitas hasil. Namun, proses peremajaan ini memerlukan biaya besar, sehingga petani harus menyediakan dana yang besar pula.

“Dengan asuransi yang memiliki manfaat investasi, para petani bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus,” kata Wiroyo dalam keterangannya, saat Memperingati Hari Tani Nasional, Senin (24/9).

Pertama, jelasnya, petani dan keluarganya bisa mendapatkan perlindungan apabila terjadi risiko di masa depan dan tidak akan mengganggu keuangan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kedua, produk asuransi yang memiliki komponen investasi berupa unit linked akan memberikan manfaat uang tunai di akhir periode yang bisa dimanfaatkan untuk meremajakan lahan pertanian mereka.

Bhinneka Life, lanjutnya, memiliki produk Bhinneka Assurance Link dan Bhinneka Assurance Safe yang memberikan manfaat ganda bagi para petani. Dia menambahkan, kepastian ketersediaan uang tunai pada periode tertentu akan melindungi petani dan lahan pertaniannya agar tetap produktif.

Guna memberikan pelatihan dan edukasi literasi keuangan bagi para petani di berbagai daerah di Indonesia, termasuk pentingnya asuransi, Bhinneka Life telah bekerjasama dengan BUMDes.

“Untuk mendukung para petani dan masyarakat pedesaan lainnya, Bhinneka Life bahkan memiliki produk di mana nasabah cukup membayar premi Rp50.000 setahun yang bisa memproteksi hingga empat anggota keluarga,” kata Wiroyo.

Upaya pemerintah untuk memberikan asuransi bagi petani juga diwujudkan dengan diluncurkannya program asuransi pertanian yang tertuang pada Peraturan Menteri Pertanian No. 40/Permentan/ SR.230/7/201 yang menjadi dasar untuk melaksanakan Asuransi Pertanian.

Asuransi ini diluncurkan guna melindungi petani dari aksi para tengkulak yang memberikan pinjaman kepada petani, namun membeli hasil pertanian dengan harga rendah.

Sebagai negara agraris, sektor pertanian di Indonesia memegang peranan vital untuk ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), bila dilihat dari sisi produksi, sektor pertanian merupakan sektor kedua setelah sektor industri yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Perlindungan terhadap sektor yang berkontribusi besar ini pun harus dilakukan, salah satunya adalah menumbuhkan kesadaran para petani untuk berasuransi.^(Reni Lestari)

Editor: Anggi Oktarinda

Berita Terkini Lainnya