PEMBERDAYAAN UMKM & PARIWISATA : Sulsel Bakal Perbanyak Rest Area Modern

Oleh: k31/k36/Heri Faisal 25 September 2018 | 02:00 WIB
PEMBERDAYAAN UMKM & PARIWISATA : Sulsel Bakal Perbanyak Rest Area Modern
ilustrasi/Bisnis-Muhammad Ferri Setiawan

MAKASSAR — Pemerintah Sulawesi Selatan akan membangun banyak tempat peristirahatan atau rest area berstandar hotel di 10 titik lokasi di provinsi tersebut.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa pembangunan rest area tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan potensi wisata dan memberdayakan sektor usaha menengah kecil mikro (UMKM) di Sulsel.

“Misalnya saja di Kabupaten Pangkep, di sana kan banyak penjual kue Dange. Jadi, setelah adanya rest area itu, tidak ada lagi yang menjual di pinggir jalan,” jelas Nurdin, Senin, (24/9).

Adapun rest area yang bakal diresmikan dalam waktu dekat berlokasi di Kabupaten Bantaeng. Rencananya rest area tersebut akan diresmikan Selasa (25/9).

Tempat singgah tersebut, kata Nurdin, merupakan tahap awal dari pembangunan 10 rest area yang akan diprioritaskan dibangun di jalan poros. Rest area Bantaeng, ungkapnya, berukuran lebih kecil daripada rancangan rest area lainnya.

“Di Bantaeng ini ukurannya lebih kecil hanya dua hektare dibandingkan dengan rest area yang akan dibangun di 10 titik di Sulsel. Yang lain berukuran minimal 7 hektare lengkap dengan tempat parkir yang luas,” jelas Nurdin.

Pemprov Sulsel saat ini juga tengah mengkaji dan sayembara di 24 kabupaten/kota terkait dengan di titik-titik mana saja rest area tersebut bisa dibangun.

Nurdin menyebut, untuk anggaran pembangunan rest area tersebut aman.

Namun, pemerintah tetap akan melihat kondisi anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD. Jika ada kelonggaran maka akan menggunakan APBD, tetapi jika tidak maka akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN.

“Ini kan skala provinsi wakil pemerintah pusat kan tentu arus menyiapkan alokasinya,” sebut mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Rest area yang mulai dibangun pada 2019 nantinya akan lengkapi dengan fasilitas ibadah seperti masjid, pompa bensin, klinik, kios jualan, dan yang penting lainnya adalah pusat oleh-oleh,

Dalam waktu dekat Nurdin juga berkomitmen akan meluncurkan desain rest area rintisannya itu.

“Kami sudah mendapat masukan dari beberapa kepala daerah dengan syarat view yang bagus. Karena ada 24 kabupaten/kota, kita lihat mana daerah yang memenuhi syarat,” jelasnya.

WISata AGRO

Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, berencana mengembangkan destinasi wisata berbasis pertanian atau wisata agro di pusat kota guna memperkaya daftar kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Plt Kepala Dinas Pangan Kota Padang Syahrial menyebutkan, destinasi wisata agro direncanakan bakal dibangun di pusat kota, tepatnya di Pasar Raya Padang.

“Konsepnya masih dipelajari, sekaligus memperhitungkan sasaran dan manfaat dari kehadiran agrowisata di pusat perdagangan Kota Padang,” katanya, Senin (24/9).

Dia menyebutkan, pengembangan destinasi agrowisata bertujuan untuk menambah keragaman pilihan berwisata di Ibu Kota provinsi Sumatra Barat itu. Sekaligus, menjadi wadah informasi dan pusat pelatihan pertanian perkotaan. Selain itu, tentu saja sebagai upaya mendukung program ketahanan dan keamanan pangan.

“Juga dikembangkan hidroponik. Jadi akan mempermudah produsen dan konsumen dalam mendapatkan hasil pertanian segar,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Padang memprioritaskan pengembangan pariwisata berbasis sumber daya dan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Sumatra Barat, termasuk salah satunya dengan pengembangan basis pertanian.

Ketua Asosiasi Hidroponik Padang Ferry K Soelaiman menyebutkan dalam rencana pengembangan agrowisata Pasar Raya Padang, salah satu unggulan adalah pengembangan pertanian hidroponik.

“Unggulannya, salah satunya hidroponik. Konsumen bisa beli, sekaligus juga bisa belajar mengembangkan hidroponik,” katanya.

Dia berharap pemerintah setempat bisa memberikan dukungan maksimal untuk pengembangan destinasi agrowisata di daerah itu.

Sementara itu dari Kepulauan Riau dilaporkan, Batam telah membangun sejumlah infrastruktur, terutama memperlebar jalan di ruas-ruas strategisnya. Sedikit banyak, pembangunan infrastruktur itu diklaim akan turut meningkatkan citra Batam sebagai tujuan pariwisata yang nyaman, aman dan modern.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, mengatakan, Batam akan tetap aman untuk investasi. Ke depan, pemerintah di kota itu juga perlu meningkatkan infrastruktur di objek-objek wisata yang ada.

Menurutnya, selama ini, banyak tempat wisata yang belum memiliki infrastruktur yang cukup memadai untuk yang dapat menarik minat turis mancanegara.

“Kita harus mulai mengubah tempat rekreasi menjadi objek wisata. Pengembangan infrastruktur pendukung di objek-objek tersebut adalah yang paling penting untuk dibenahi,” jelasnya, seiring dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Kadin Indonesia yang digelar di Kota Batam.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya