BFI Finance Jatim I Bidik Pembiayaan Rp1,9 triliun

Oleh: Choirul Anam 24 September 2018 | 17:57 WIB
BFI Finance Jatim I Bidik Pembiayaan Rp1,9 triliun
Regional Manager BFI Finance Wilayah Jatim I Tan Eng Han (tengah) bersama Area Manager BFI Finance Malang Bambang Sugianto (kiri) dan Ketua Rumah PMR Nanang Sugeng Widyantoro (kanan) di Malang, Senin (24/9/2018)/Bisnis-Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG—PT BFI Finance Indonesia Tbk atau BFI Finance membidik pembiayaan sebesar Rp1,9 trilun sampai akhir 2018.

Regional Manager BFI Finance Wilayah Jatim I Tan Eng Han mengatakan sampai Juni 2018, realisasi pembiayaan di wilayah kerja BNI Finance Jatim I sudah mencapai Rp943 miliar atau tumbuh 20% bila dibandingkan posisi akhir Desember 2018.

“Sampai akhir tahun diharapkan bisa menembus Rp1,9 triliun atau tumbuh 20% secara year on year,” ujarnya di Malang, Senin (24/9/2018).

Dengan target sebesar itu, maka harus didukung program marketing yang menarik, seperti ontohnya program loyalitas atay loyalty program dan lainnya.

Pertumbuhan pembiayaan juga didukung pembukaan kantor-kantor cabang dan gerai. Di wilayah Jatim I, sudah ada 23 cabang dan 22 gerai BFI Finance. “Yang baru saja dibuka, yakni Cabang Gresik 2 dan Cabang Malang 3,” katanya.

Dengan terealisasi dua pembukaan kantor cabang tersebut, maka target pembukaan cabang baru di wilayah Jatim I sudah terpenuhi.

Untuk area wilayah Malang, kata Area Manager BFI Finance Malang Bambang Sugianto, jumlah pembiayaan baru sampai semestyer I/2018 mencapai Rp94,9 miliar dengan 3.685 kontrak.

Dengan demikian, BFI Finance di area Malang tumbuh sebesar 14% dibandingkan periode yang sama 2017. Pembiayaan mobil bekas  berada dalam kompoisisi yang paling besar, yakni 73,6% serta sisanya berasal dari pembiayaan motor dan properti.

Area Sidoarjo juha membukukan kinerja yang memuaskan. BFI Finance Area Sidoarjo mencatatkan pertumbuhan booking baru sebesar 23% dengan pencapaian senilai Rp372,8 miliar.

Secara nasional, BFI Finance telah menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp8,56 triliun atauy lebih tinggi 26,4% dibandingkan periode yang sama pada 2017.

Dari penyaluran pembiayaan tersebut, pembiayaan mobil bekas mencapoai 67,8% atau 75% dari total pembiayaan yang telah disalurkan.

Komposisi pemnbiayaan lainya diikuti pembiayaan sepeda motor sebesar Rp15,3% kemudian alat berat dan mesin 14,5%, serta sisanya berasal dari pembiayaan mobil baru dan properti. Labah bersih meningkat 33,7%

“Proporsi pembiayaan di wilayah Jatim I hampir sama dengan kondisi nasional,” ujar Tan.

CSR dan Corporate Communication Head BFI Finance Fransisca Susilawati mengatakan sebagai bentuk kepedulian tersebut pada lingkungan, maka perusahaan tersebut juga mengucurkan CSR untuk mengembangkan usaha mikro menggandeng Rumah Pengusaha Malang Raya (Rumah PMR) memberikan pelatihan bertajuk  “#SelaluAdaJalan Awali Usaha dari Hal Sederhana”.

“Potensi UMKM di Malang sangat besar sehingga perlu didorong agar naik kelas, terutama usaha mikro ke kecil lewat pelatihan-pelatihan,” ucapnya.

Ketua Rumah PMR Nanang Sugeng Widyantoro mengatakan pelatihan pada UMKM perlu, terutama pada hal-hal yang sederhana, seperti bagaimana memanfaatkan teknologi informasi, dengan membuat dan memanfaatkan FB, twitter, email, dan membuka Google.

“Para pengusaha ini kebanyakan pada usia yang tua, sehingga tidak mengerti TI meski secara sederhana. Sampai saat ini, ada 260 UMKM tergabung dengan PMR,” ucapnya.

Rencannya, pelatihan diberikan secara reguler dari September-Desember, dua kali dalam sebulan. Pelatihan pertama pada 25-26 Septemnber.

Tan Eng Han menambahkan dengan berkembangnya UMKM, maka otomatis akan dapat memajukan ekonomi daerah. Pada gilirannya, bisnis BFI Finance ikut terimbas positif dengan tingginya tingkat daya beli masyarakat sehingga kebutuhan pembelian kendaraan bermotor bisa dibiayai BFI.

“Jika UMKM telah berkembang, maka saatnya nanti dapat dibiayai BFI, namun skema pembiyaan masih sebatas pada produk, ” ucapnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya