Proyek Tol Pandaan - Malang Seksi 1-3 Diproyeksi Rampung Tahun Depan

Oleh: Peni Widarti 20 September 2018 | 11:04 WIB
Proyek Tol Pandaan - Malang Seksi 1-3 Diproyeksi Rampung Tahun Depan
Pembangunan jalan tol Pandaan-Malang di Jawa Timur. Gambar diambil pada Senin (17/9/2018)./Istimewa-PT Jasa Marga (Persero)

Bisnis.com, SURABAYA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memproyeksikan pengerjaan jalan tol ruas Pandaan - Malang seksi 1, 2 dan 3 bisa beroperasi pada tahun depan mengingat proses pembebasan lahannya telah rampung.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryanti mengatakan progres pengerjaan ruas tol Pandaan - Malang tidak terjadi keterlambatan seperti yang diisukan. Meski begitu, Desi mengakui proses pembebasan lahan merupakan salah satu kendala pengerjaan proyek jalan tol.

"Secara umum kendala pengerjaan jalan tol adalah masalah pembebasan lahan. Dulu kalau sudah selesai 75% pembebasan lahannya maka bank akan mencairkan pinjaman, tapi sekarang tidak perlu menunggu tapi sudah bisa lanjut digarap," jelasnya saat Investor Summit 2018, Rabu (19/9/2018).

Dengan kebijakan era percepatan infrastruktur, lanjut Desi, pembebasan lahan di seksi 1,2 dan 3 lebih cepat selesai sehingga diproyeksikan pada semester I/2019 ruas tol Pandaan - Malang sudah bisa beroperasi.

"Sedangkan Tol Malang seksi 4 dan 5, karena lokasinya sudah masuk di dalam Kota Malang yang padat penduduk, mungkin pembebasan lahannya tidak mudah, tapi kami optimistis akan selesai," jelasnya.

Sementara itu, untuk proyek pembangunan ruas jalan tol Pandaan-Probolinggo diperkirakan rampung pada akhir tahun ini. Sedangkan proyek pembangunan jalan tol untuk ruas Probolinggo-Banyuwangi atau tol Probowangi saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan.

"Ruas Probowangi ini setelah menang tender baru ditandatangani dan penetapan lokasi masih harus diurutkan lagi rutenya oleh gubernur. Saat ini baru pembebasan lahan, kami berharap semester I/2019 konstruksinya bisa dimulai minimal 1 seksi 30 km," jelasnya.

Desi menjelaskan Jasa Marga punya target membangun 1.250 km secara nasional yang digarap secara bertahap. Pada 2015 hanya membangun 590 km, lalu pada 3 tahun berikutnya meningkat 3 kali lipat menjadi 1.250 km.

"Tahun lalu kita hanya bangun 89 km, lalu tahun ini akan membangun 300 km, tapi yang sudah beroperasi sepanjang 257 km, termasul Gempol - Pandaan, Gempol - Pasuruan, dan kurangnya dikerjakan sampai akhir tahun ini," imbuhnya.

Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal menambahkan dalam menjalan proyek pembangunan Jasa Marga melibatkan pihak perbankan atau lembaga keuangan lainnya untuk pendanaan.

"Kami proyeksikan dari setiap proyek yang kita garap revenue bisa dirasakan dalam waktu sekitar 5 tahun. Pengunaan cashless dengan uang elektronik juga mulai berdampak dan lancar," jelasnya.

Pada semester I/2018, Jasa Marga mengantongi pendapatan tol dan usaha lainnya Rp4,78 triliun. Jumlah tersebut naik 5,76% dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp4,52 triliun.

Emiten berkode sama JSMR itu mengantongi pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 2,90% secara tahunan pada semester I/2018 dari Rp1,01 triliun menjadi Rp1,04 triliun.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya