PP Properti Genjot Pengembangan Land Bank

Oleh: Peni Widarti 18 September 2018 | 14:30 WIB
PP Properti Genjot Pengembangan Land Bank
Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat (kanan) dan Direktur Keuangan PP Properti, Indaryanto (kiri) saat konferensi pers Investor Summit 2018 di BEI Surabaya, Selasa (18/9/2018)/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA -PT PP Properti Tbk menggenjot pengembangan land bank di sejumlah daerah terutama Surabaya guna mengejar target pertumbuhan laba tahun ini sebesar 19%.

Direktur Keuangan PP Properti, Indaryanto mengatakan dalam 4 tahun terakhir perseroan fokus terus menambah jumlah land bank untuk memperkuat pangsa pasar properti.

"Dari land bank yang sudah kami miliki itu juga terus kami genjot pembangunannya, dan di semester II ini proyek pembangunan apartemen terbanyak ada di Surabaya," jelasnya saat Investor Summit 2018, Selasa (18/9/2018).

Dia menjelaskan pada 2015, secara nasional jumlah land bank PP Properti mrncapai seluas 50 ha, dan pada 2016 bertambah menjadi 76 ha dan pada 2017 berkembang menjadi 297 ha.

"Dan tahun ini sudah menjadi sekitar 300 ha lebih yang masih bisa digarap sampai 5 tahun ke depan karena sampai saat ini masih sekitar 10% nya yang baru tergarap," ujarnya.

Dia mengatakan perseroan juga tidak menutup kemungkinan untuk membuka peluang kerja sama dengan pemilik lahan untuk mengembangkan proyek-proyek potensial.

"Di Surabaya sendiri sudah ada sekitar 20 ha yang mulai dikembangkan seperti Grand Sungkono Lagoon, Grand Shamaya, dan Westown View dan masih banyak lagi," ujarnya.

Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat menambahkan Kota Surabaya merupakan kota potensi pengembangan proyek apartemen setelah daerah Bodetabek.

"Setelah Surabaya, kami juga merambah Malang, Semarang, Bandung terutama di kawasan dekat kampus-kampus karena sasaran kami adalah investasi untuk mahasiswa," jelasnya.

Adapun pada semester I/2018 PP Properti mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sampai akhir tahun ini ditargetkan bisa tumbuh 19% atau tercapai laba bersih Rp520 miliar dibandingkan 2017.

Sedangkan kinerja marketing sales perseroan semester I tahun ini mencapai Rp2,49 triliun atau telah tersisa 35% untuk mencapai target marketing sales sebesar Rp3,8 triliun.

Taufik menambahkan, strategi pemasaran yang dilakukan perseroan yakni dengan menggandeng perbankan seperti Bank Mandiri melalui program Pilkada (Pilihan Kredit Apartemen Anda) yakni mendapatkan subsidi biaya KPR, dengan Bank Tabungan Negara (BTN) melalui program Super (Simpel Untung Promo dan Ekstra Reward) di mana konsumen bisa mengajukan DP 5% dan bunga 4,68%.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya