PENAMBAHAN MODAL : Tambah Modal, BNI Syariah Tidak Andalkan Induk Usaha

Oleh: Ipak Ayu H Nurcaya 13 September 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA — PT Bank BNI Syariah merencanakan naik kelas menjadi bank kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan modal minimal Rp5 triliun pada tahun depan.

Direktur Bisnis Komersial PT Bank BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan, untuk mencapai target tersebut perseroan tengah membidik dana segar sebagai tambahan modal sebesar Rp1,2 triliun. Pasalnya, modal inti perseroan saat ini tercatat sebesar Rp3,8 triliun.

"Kami sedang rencanakan berbagai strategi antara lain kemungkinan yang pernah disebutkan CEO kami untuk melakukan IPO. Namun, ada pula rencana lain untuk memanfaatkan strategic investor atau akuisisi lembaga syariah," katanya, Rabu (12/9).

Dhias mengaku berbagai langkah itu tengah disusun mengingat perseroan sudah tidak mungkin mendapatkan suntikan modal dari perusahaan induk. Anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. ini sebelumnya telah mendapat kucuran dana sebesar Rp1 triliun.

Selanjutnya, Dhias mengemukakan banyak ekspansi bisnis yang akan dilakukan dengan berstatus sebagai Bank BUKU III. Antara lain, membuka cabang di luar negeri, menggiatkan transaksi bisnis internasional, hingga pembentukan bank kustodian khusus syariah.

Menurut Dhias, besarnya potensi bisnis yang bisa dilakukan ini menjadi ambisi perseroan untuk menjadi BUKU III.

"Pada 2020 kami ingin menjadi modern global syariah banking mulai dari Asia Tenggara hingga selanjutnya di kancah dunia. Untuk itulah berbagai upaya dirancang dari sekarang," ujarnya.

Pada perkembangan lain, BNI Syariah dan Alia Convex akan kembali menggelar BNI Syariah International Islamic Expo 2018 pada 21—23 September 2018 di Jakarta Convention Centre.

Dhias Widhiyati mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan diikuti dengan pemilikan jumlah kuota haji saat ini terbesar di dunia yaitu sebanyak 221.000 jemaah. Jumlah jemaah umrah dari Indonesia saat ini terbesar nomor dua di dunia.

Melalui, gelaran BNI Syariah International Islamic Expo 2018 akan menampilkan 140 tenant supply chain yang menyokong kegiatan haji dan umroh dan membentuk ekosistem halal.

Dhias mengemukakan melihat potensi bisnis haji dan umroh serta wisata halal yang cukup besar, perseroan berharap kegiatan ini aka memberikan solusi keuangan yang hasanah bagi segenap stakeholders, baik dari sisi B to C maupun B to B.

//BNI DAN JASINDO//

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memperluas bisnis di industri asuransi dengan menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo.

Bank BNI menawarkan berbagai jasa perbankan yang menjadi keunggulannya untuk memudahkan proses bisnis Jasindo mulai dari layanan cash management hingga penyaluran kredit bagi para pegawai Jasindo.

Kerja sama kedua perusahaan ini dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penggunaan Layanan Integrated Cash Management, Penyaluran Fasilitas Kredit Konsumen untuk Karyawan Jasindo, dan Perjanjian Kerja Sama Penerbitan BNI Visa Corporate Card.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati mengatakan, BNI berkomitmen untuk menjadi one stop financial services bagi para nasabahnya. Untuk memenuhi komitmen tersebut, BNI menyediakan layanan integrated cash management bagi Jasindo untuk pertanggungan nasabah korporasi maupun ritel.

Layanan tersebut dapat digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan Jasindo dalam penerimaan premi melalui e-collection dan autodebet tabungan, pembayaran klaim, pembayaran pajak, dan pembayaran lainnya melalui BNI Direct. Layanan yang sama juga digunakan untuk pembayaran payroll pegawai Jasindo dan juga layanan bill payment lainnya.

“Dengan fasilitas tersebut bagian pemasaran dan keuangan Asuransi Jasindo akan lebih mudah dalam melakukan rekonsiliasi dan melihat laporan hasil produksi pendapat premi secara real time,” katanya.

BNI juga menyediakan fasilitas BNI Visa Corporate Card bagi para keyperson Jasindo untuk keperluan pemasaran dan aktifitas bisnis lainnya. Layanan tersebut dapat diakses oleh seluruh direksi, kepala divisi dan pemimpin cabang Jasindo di seluruh Indonesia.

Fasilitas tersebut akan mempersingkat proses pengajuan anggaran dan penggantian dari transaksi tunai menjadi cashless dengan laporan yang akurat dan informatif.

Di sisi bisnis konsumer, BNI juga menyalurkan fasilitas kredit konsumer untuk karyawan Jasindo yang meliputi kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit tanpa agunan (KTA). (Ipak Ayu H. N.)

Editor: Farodlilah Muqoddam

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer