IMF & WORLD BANK MEETING : Panitia Pastikan Kesiapan Kendaraan Delegasi

Oleh: k23/Feri Kristianto 13 September 2018 | 02:00 WIB
IMF & WORLD BANK MEETING : Panitia Pastikan Kesiapan Kendaraan Delegasi
Pintu masuk ke kawasan wisata Nusa Dua, Bali, Kamis (2/3/2017)./Reuters-Nyimas Laula

DENPASAR — Panitia penyelenggara IMF & World Bank Group Annual Meeting 2018 mematangkan persiapan pelaksanaan event 3 tahunan yang progresnya sudah mencapai 95% tersebut.

Direktur Pemasaran dan Operasional PT Pactoconvex Niagatama Wiwin Kurniawan mengatakan pihaknya juga telah memastikan ketersediaan kendaraan yang akan digunakan oleh gubernur bank sentral, eksekutif IMF dan WBG.

“Kami bekerja sama dengan vendor lokal dan nasional untuk memenuhi kebutuhan kendaraan, semuanya dari Bali,” tuturnya ditemui di Nusa Dua, Rabu (12/9).

Wiwin menuturkan, selain penyediaan kendaraan mewah untuk delegasi penting, pihaknya juga menyiapkan sebanyak 42 unit shuttle bus rute Bandara I Gusti Ngurah Rai ke hotel, 90 unit shuttle bus untuk mengantarkan dari hotel resmi ke lokasi, serta 120 shuttle bus untuk acara dinner host di Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Dia memastikan selain kendaraan itu, pihaknya juga bekerja sama dengan perusahaan taksi hingga Persatuan Angkutan Pariwisata Bali (Pawiba).

Hingga saat ini, dia menyebutkan panitia sudah menunjuk sebanyak 21 unit hotel resmi yang tersebar di Nusa Dua, hingga Jimbaran untuk lokasi para delegasi menginap. Nantinya, dari setiap hotel tersebut akan dilayani dengan transportasi jenis shuttle bus.

Selain kendaraan, panitia juga sudah menyediakan sebanyak 101 ruangan rapat di Bali Nusa Dua Convention Center atau BNDCC serta 600 ruang kantor. Khusus kantor ini akan tersebar di Hotel Westin, Bali Nusa Dua Hotel A, serta Grand Wheez. Wiwin menceritakan seluruh kamar di Westin dan Bali Nusa Dua Hotel (BNDH) A akan diubah peruntukannya sebagai ruangan kantor.

“Semua kamar di Westin dan BNDH A dan Grand Wheez itu kami sulap. Semua perlengkapan di kamar seperti kasur dikeluarkan seluruhnya kecuali seperti kursi dan meja. Kami mulai set up 24 September untuk agar dapat digunakan bermacam-macam,” paparnya.

Selain itu, panitia juga sudah merekrut sebanyak 1.500 orang tenaga sukarelawan yang akan membantu kelancaran ajang bergengsi tingkat global ini. Rinciannya, 450 orang merupakan sukarelawan dari kementerian keuangan dan BI yang melekat dengan delegasi, serta 200 sukarelawan dan 800 sukarelawan tenaga lapangan. Saat ini mereka sedang mendapatkan pelatihan terakhir sebelum bertugas di Pulau Dewata.

Wiwin menegaskan, Bali sangat siap untuk menggelar ajang IMF & WBG Annual Meeting. Keyakinan itu didasarkan dari pengalaman panitia pernah menyelenggarakan ajang seperti ATF di Yogyakarta, Pertemuan Asia Afrika di Jakarta hingga Apec 2013 di Bali. Satu-satunya kerumitan mempersiapkan ajang ini adalah masifnya skala pekerjaan serta banyak ruangan dibutuhkan dan banyaknya delegasi.

“Jadi bukan tidak mungkin setelah ini seperti UNFCC [United Nations Framework Convention on Climate Change] dulu akan menjadi momentum baik terhadap Bali, karena sempat pelan karena bom Bali tetapi kemudian meningkat,” jelasnya

Di Kuta, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Regional VIII mengklaim konstruksi Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai tidak mengalami masalah setelah dilakukan uji coba pada Senin (10/9) lalu.

Kabid Preservasi BBPJN VIII Nusakti Weda mengatakan setelah uji coba hanya ada beberapa perbaikan minor atau kecil yang perlu dilakukan. Perbaikan tersebut seperti penambahan marka jalan. Sementara, tidak ada penambahan atau perbaikan konstruksi yang cukup berarti.

“Kecepatan penyelesaian pembangunan dari Oktober dan sekarang Agustus bisa tidak ada masalah, jadi dari sisi konstruksi hingga kelengkapan semua tidak ada masalah,” katanya, Rabu (12/9).

Dia pun meyakini, nantinya jika Underpass beroperasi akan ada penurunan tingkat kepadatan lalu lintas yang dengan kejenuhannya dari 0,9 menjadi 0,4. Tingkat kepadatan lalu lintas tersebut merupakan perbandingan antara volume dengan kapasitas kendaraan.

Adapun, lantaran keterbatasan lebar bahu jalan, kendaraan yang melaju menuju Underpass tetap akan dibatasi hanya dengan kecepatan tidak lebih dari 40 km per jam. Selain itu, ketinggian maksimal kendaraan yang melewati underpass tidak melebihi 5,2 meter.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer