Program WMM sudah Cetak 36.000 Wirausaha Muda

Oleh: Choirul Anam 12 September 2018 | 20:09 WIB
Program WMM sudah Cetak 36.000 Wirausaha Muda
Plt Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan pada Program WMM 2018 di Hotel Harris, Rabu (12/9/2018)/Istimewa

Bisnis.com, MALANG--Sejak digelar pada  2007, Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM)  sudah mencetak lebih dari 36.000 wirausaha muda dari 656 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, Alexandra Askandar, mengatakan, Pemkot Malang terutama pemimpinnya peduli akan perkembangan ekonomi kreatif serta memiliki komitmen dalam menjadikan Malang sebagai kota kreatif.

“Selama ini Kota Malang sangat peduli terhadap dunia ekonomi kreatif.Hadirnya Malang Creative Fusion (MCF), merupakan satu bukti bahwa Kota Malang cukup serius dalam mengembangkan ekonomi kreatif,” katanya pada Program WMM 2018 di Hotel Harris, Rabu (12/9/2018).

WMM ini adalah acara CSR dari Bank Mandiri. Bank Mandiri lewat program tersebut  sudah mencetak banyak wirausahawan muda dari kegiatan tersebut.

"Kami melihat sosok Pak Sutiaji (Plt Wali Kota Malang) ini sangat peduli dengan ekonomi kreatif, sehingga beliau sudah layak menjadi juri dalam helatan WMM kali ini," katanya.

Kegiatan  WMM pada tahun ini digelar di Kota Malang, karena pada tahun lalu, para pemenang ajang ini berasal dari Jawa Timur. Kegiatan ini dibuka dengan expo yang dipusatkan di Mall Olympic Garden (MOG) pada 6-9 September lalu.

 Sebanyak 90 merk lokal kreatif dan inovatif bernuansa milenial ditawarkan kepada pengunjung. Produk-produk itu antara lain, Cokelat Klasik (produksi wirausaha muda asal Malang), sepatu pria merek Men's Republic (Juara WMM kategori kreatif 2015) dan Tenun Samarinda Aemtobe.

Wirausaha Muda Mandiri yang telah digelar sejak 2007. Total, lebih dari 36.000 wirausaha muda dari 656 perguruan tinggi di seluruh Indonesia tercatat menjadi bagian dari komunitas ini, baik sebagai juara, finalis, maupun peserta.

Tahun ini, program WMM mengkompetisikan beberapa kategori, yakni kategori Wirausaha Industri, Perdagangan dan Jasa, Wirausaha Kreatif, Wirausaha Boga, Wirausaha Sosial dan Wirausaha Teknologi. Adapun kepesertaan WMM terbagi atas dua kategori, yakni kategori Mahasiswa Program SI atau Diploma dan kate non-Mahasiswa.

 Plt Wali Kota Malang, Sutiaji, berharap para pelaku usaha rintisan atau start up, bisa membangkitkan perekonomian nasional, khususnya di Kota Malang.

Ia menegaskan, saat ini era ekonomi digital, harus dilihat sebagai peluang untuk mengembangkan potensi bisnis di dalam persaingan yang cukup ketat.

"Para start up ini adalah bagian dari penyangga ekonomi bangsa, sehingga perlu ada upaya untuk mendorong mereka," katanya.

Khusus di Kota Malang, lanjut dia, peluang bagi para pebisnis muda atau start up sangat terbuka lebar. Pasalnya, Kota Malang memiliki puluhan kampus dengan ratusan ribu mahasiswa, sehingga bisa menjadi sasaran target untuk memasarkan produk.

Di Malang,ada MCF yang bertugas membina para start up dan pebisnis rintisan, sehingga diharapkan mampu mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat.

"Tentunya acara ini merupakan motivasi tersendiri bagi Kota Malang agar ekonomi kreatif bisa berjalan dengan lancar," ujarnya.

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer