Bulog Malang Siapkan 9.000 Ton Beras Untuk Stabilisasi Harga

Oleh: Choirul Anam 04 September 2018 | 13:43 WIB
Bulog Malang Siapkan 9.000 Ton Beras Untuk Stabilisasi Harga
Kepala Bulog Malang Fachria Latuconsina (dua dari kanan) bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setiyanto (tiga dari kanan) dan Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Jaka Setyawan (paling kiri) melepas tiga truk yang mengangkut beras pada Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium 2018 di Malang, Selasa (4/9)./Bisnis-Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG — Bulog Malang menyiapkan 9.000 ton beras untuk menjaga agar harga tetap stabil pada Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium 2018 di Malang, Jawa Timur yang berlangsung hingga akhir Desember 2018.

Kepala Bulog Malang Fachria Latuconsina mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga agar harga beras tidak naik di tengah berkurangnya produksi karena panen padi tinggal sedikit dan segera memasuki musim tanam.

“Tapi, harga beras saat ini masih stabil,” ujarnya di tengah-tengah peluncuran Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium 2018 di Malang, Selasa (4/9/2018).

Saat ini, harga beras masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium yang sebesar Rp9.450/kg.

Dengan KPSH, harga beras diharapkan terus stabil hingga memasuki musim panen berikutnya. Beras untuk kegiatan tersebut dijual di harga Rp8.500/kg.

Bulog juga menggandeng pedagang dalam penyaluran beras. Pedagang dapat membeli beras di harga Rp8.100/kg, sehingga masih ada ruang untuk menjualnya kembali ke konsumen dengan harga sesuai HET.

Fachria menuturkan pihaknya mendapat apresiasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang karena kegiatan stabilisasi harga dilakukan saat kondisi masih stabil. Jika harga sudah melonjak karena pasokan beras di pasar berkurang, maka upaya stabilisasi justru akan berkurang dampaknya. 

Adapun KPSH digelar di tiga pasar tradisional di Kota Malang, yakni Pasar Blimbing, Pasar Besar, dan Dinoyo.

Pada hari pertama, Bulog Malang menjual 5 ton beras. Namun, untuk hari-hari berikutnya tergantung permintaan pasar. 

Kepala BPS Kota Malang M. Sarjan menyatakan harga beras di kota tersebut relatif stabil dalam dua bulan terakhir. Namun, antisipasi tetap perlu dilakukan agar harga komoditas pangan utama tersebut tetap terus stabil.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan (Kanwil) Bank Indonesia (BI) Malang Jaka Setyawan menambahkan kegiatan tersebut sangat positif untuk menjaga tingkat inflasi di Kota Malang.

Selain melalui penjualan beras ke pasar-pasar tradisional, Bulog memanfaatkan Rumah Pangan Kita (RPK) yaitu penyalur kebutuhan pangan yang dibentuk oleh perusahaan tersebut. Di wilayah kerja Bulog Malang tercatat ada 450 RPK.

Serapan beras oleh RPK mencapai 30-50 ton/RPK/bulan. Bulog Malang mengaku tidak kesulitan memasok beras untuk kebutuhan RPK.

Hingga saat ini, RPK sudah menyerap 17.180 ton atau setara dengan 40,5% target penyerapan yang dipatok pada 2018.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya