Pendidikan Picu Inflasi Agustus 2018 di Jatim

Oleh: Peni Widarti 03 September 2018 | 14:55 WIB
Pendidikan Picu Inflasi Agustus 2018 di Jatim
Seorang guru pendamping membacakan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) kepada murid berkebutuhan khusus di SD Inklusi Betet I, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (3/5)./Antara

Bisnis.com, SURABAYA – Provinsi Jawa Timur mencatatkan inflasi sebesar 0,11% pada Agustus 2018, dipicu oleh inflasi di sektor pendidikan, rekreasi, dan olahraga.

Sektor pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami inflasi sebesar 2,04%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) Teguh Pramono mengatakan pada bulan yang sama tahun-tahun sebelumnya, sektor pendidikan turut memengaruhi inflasi. 

“Memang memasuki tahun ajaran baru, biaya sekolah swasta menjadi penyumbang inflasi mulai dari SD,SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Tapi, secara umum inflasi kita masih terkendali,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (3/9/2018).

Teguh menerangkan dari proses pendataan yang dilakukan BPS, sejumlah sekolah menyampaikan biaya SPP baru diumumkan pada Agustus 2018 dan ada biaya-biaya lain seperti biaya komite yang bahkan belum diumumkan karena belum final.

“Dari pantauan kami, masih banyak sekolah yang belum final dalam memutuskan biaya komite atau biaya lainnya sehingga ada kemungkinan biaya pendidikan masih akan naik lagi dan ikut andil dalam inflasi berikutnya,” jelasnya.

Adapun sejumlah komoditas lain yang menyumbang inflasi adalah biaya sewa rumah, air, listrik, gas dan bahan bakar, serta makanan dan minuman dan rokok.

Sebaliknya, komoditas yang mampu menekan laju inflasi atau mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan seperti telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit.

Sementara itu, secara kumulatif dalam periode Januari-Agustus 2018, Jatim mengalami inflasi 1,79%.

Kota yang mengalami inflasi tinggi pada bulan lalu adalah Surabaya dengan besaran 0,23% dan Malang sebesar 0,05%. Adapun kota yang mengalami deflasi tinggi yakni Probolinggo sebesar 0,35%, Sumenep 0,19%, Kediri 0,1%, Madun 0,08%, Banyuwangi 0,05%, dan Jember 0,01%.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya