REVITALISASI PABRIK GULA : Barata Indonesia Garap Proyek PG Gempolkrep

Oleh: Peni Widarti 28 Agustus 2018 | 02:00 WIB
REVITALISASI PABRIK GULA : Barata Indonesia Garap Proyek PG Gempolkrep
Pabrik Gula Watoetoelis (ilustrasi)/Albert Gieseler

SURABAYA — PT Barata Indonesia mendapatkan kontrak proyek Pabrik Gula (PG) Gempolkrep dan pabrik Bioethanol milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X.

Direktur Utama Barata, Silmy Karim mengatakan dalam proyek tersebut, Barata Indonesia akan mengerjakan proyek peningkatan kapasitas PG Gempolkrep yang sebelumnya berkapasitas 6.500 ton cane per day (TCD) menjadi 8.000 TCD.

“Pabrik gula ini nanti akan terintegrasi dengan pabrik bioethanol dan cogeneration,” katanya dalam penjelasan resmi, Senin (27/8).

Dia mengatakan Barata Indonesia akan mengerjakan proyek senilai Rp866 miliar dengan durasi pengerjaan proyek sekitar 15 bulan. Proyek di PG Gempokrep sendiri akan dikerjakan dengan menggandeng teknologi provider dari Sutech Thailand yang sudah berpengalaman dalam membangun pabrik gula.

“Proyek PG Gempolkrep ini merupakan proyek industri gula keempat yang berhasil diperoleh Barata dalam 2 tahun terakhir terakhir ini,” imbuhnya.

Dia mengatakan, dari pengalaman yang dimilikinya, Barata memang ingin menjadi solution provider bagi proyek–proyek industri agro, khususnya industri gula nasional. Sebelumnya, Barata Indonesia juga berhasil mendapatkan proyek revitalisasi PG Rendeng, PG Assembagoes serta PG Bombana.

“Diperolehnya proyek ini akan semakin memantapkan posisi kami sebagai perusahaan yang memiliki kompetensi mumpuni di bidang Industri Gula. Ini sejalan dengan keinginan dari perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.

Dalam kegiatan penandatanganan kerja sama proyek tersebut, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi, Wahyu Kuncoro mengatakan proyek PG Gempolkrep di Mojokerto tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi pabrik gula milik BUMN.

“Revitalisasi ini akan meningkatkan produksi gula, sekaligus akan mendukung terwujudnya swasembada gula nasional,” ujarnya.

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mendapatkan suntikan dana penyertaan modal negara (PMN) Rp975 miliar yang akan digunakan untuk memperbesar kapasitas produksi gula hingga memperkuat bisnis hilir dan pengembangan lahan perkebunan.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya