KAWASAN INDUSTRI : KIW Jadi Grup Bisnis

Oleh: Lucky L. Leatemia 11 Agustus 2018 | 02:00 WIB
KAWASAN INDUSTRI : KIW Jadi Grup Bisnis
Suasana di kawasan Industri (ILUSTRASI)./JIBI-Rachman

SEMARANG — PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) berencana mengembangkan sejumlah lini usaha bisnis baru dalam 5 tahun ke depan dengan cakupan nasional.

Direktur Operasional Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Ahmad Fauzie Nur mengatakan, ke depan KIW bukan sekadar menjadi kawasan industri saja, tetapi juga menjadi grup bisnis yang memiliki banyak lini usaha.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.

“Kami tidak ingin hanya bergantung pada bisnis kawasan industri saja. Jadi, kita akan kembangkan bisnis lain seperti trading, logistik, properti, jasa,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (9/8).

Adapun, ekspansi di luar bisnis kawasan industri tersebut akan dijalankan oleh anak usahanya, yakni PT Putera Wijayakusuma Sakti (PWS).

Anak usaha tersebut akan didorong untuk mengembangkan berbagai lini bisnis baru yang diharapkan bisa kuat dalam 5 tahun ke depan.

“Yang paling dekat mungkin bisnis trading karena anak usaha ini kan harus bisa menghidupi dirinya sendiri dulu,” tuturnya.

Dalam 5 tahun ke depan pun KIW menargetkan sudah memiliki lokasi baru untuk kawasan industri.

Pasalnya, sisa lahan di lokasi yang sudah ada saat ini kemungkinan besar akan penuh dalam jangka waktu tersebut.

Dari 250 hektare (ha) lahan yang tersedia, sudah 160 ha yang terpakai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Didik Subiantoro mengatakan pengembangan kawasan industri di Jateng masih sangat prospektif.

Dia menuturkan, sudah ada beberapa perusahaan yang antre untuk masuk kawasan industri.

“Untuk kawasan yang baru, dari pusat sudah keluar izinnya. Sekarang tinggal mengurus Amdal [analisis mengenai dampak lingkungan],” ujarnya.

Didik menjelaskan, para pengusaha akan dimudahkan apabila mengembangkan usahanya di dalam kawasan industri. Pasalnya, beberapa perizinan sudah tidak perlu diurus lagi.

“Apalagi dengan aturan baru misalnya IMB, izin lingkungan, sudah include saat dia diproses masuk kawasan industri,” tuturnya.

Namun, Didik mengungkapkan, ada kendala klasik yang harus dihadapi untuk membuka kawasan industri baru, salah satunya spekulan tanah.

Menurutnya, cukup sulit untuk mendapatkan wilayah dengan hamparan yang luas. Selain itu, spekulan tanah pun kerap bermain, sehingga harga tanah bisa melambung.

“Kami sudah membentuk tim percepatan kawasan industri. Beberapa kawasan dibantu,” katanya.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya