WISATA OLAHRAGA : Jamu Kuat Mendongkrak Pelancong

Oleh: Arif Gunawan 10 Agustus 2018 | 02:00 WIB
WISATA OLAHRAGA : Jamu Kuat Mendongkrak Pelancong
Tour de Siak/Istimewa

Target peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 20 juta sudah dipatok oleh pemerintah pusat sejak jauh hari. Sementara itu, pemda di sejumlah daerah merespons arah pemerintah pusat dengan membuat beragam kegiatan. Salah satu provinsi yang cukup tanggap menyambut arahan ini adalah Riau.

Kesibukan tampak terlihat dari kantor Pemerintah Kabupaten Siak. Pemda di salah satu kabupaten di Riau ini sudah sejak lama melirik potensi kunjungan tamu wisman dan wisnus dari kegiatan olahraga. Segudang pengalaman telah ditunjukkan oleh daerah ini. Sebut saja kegiatan menjaring tamu yang pernah berlangsung pada PON Riau 2012 silam.

Syamsuar, Bupati Siak, mengakui bahwa event olahraga selama ini terbukti menjadi jamu kuat untuk dijadikan sebagai ajang promosi yang baik bagi daerah, guna mengenalkan potensi dan beragam keunggulan lainnya kepada para wisatawan yang bertamu ke daerahnya.

Oleh karena itu, sejak 2013 silam, pihaknya menggagas event Tour de Siak, atau balapan sepeda berskala internasional. Dia bahkan semakin yakin impiannya kegiatan ini bisa membawa nama Siak semakin dikenal di mata dunia.

“Pada awalnya, Tour de Siak ini bertujuan sebagai ajang untuk promosi Siak sebagai daerah wisata. Selain itu, juga ada promosi produk-produk UKM dan ekonomi kreatif lokal,” katanya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Menurut Syamsuar, sejak digelarnya lomba balap sepeda internasional ini, salah satu dampak yang terlihat yaitu meningkatnya kunjungan wisatawan ke kabupaten tersebut.

Data Pemkab Siak menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan selama setahun pada awal Tour de Siak, sekitar 156.000 pengunjung. Kini, setelah 5 tahun berpengalaman mengelola ajang besar ini, angka kunjungan wisatawan pada akhir tahun lalu telah menyentuh posisi 500.000 orang.

Adapun dari sektor ekonomi, efek positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah meningkatnya pertumbuhan usaha kuliner seperti restoran dan rumah makan di sepanjang jalur utama Tour de Siak.

Selain itu, usaha kerajinan juga menjadi sektor yang berkembang dengan baik, karena didorong oleh bertambahnya kunjungan tamu yang berbelanja di Siak.

“Secara terrinci, memang kami belum pernah hitung berapa perputaran dana selama Tour de Siak ini. Namun, dampak positifnya dirasakan masyarakat langsung dari perkembangan usaha kuliner dan kerajinan di Siak,” kata Syamsuar.

DITINGKATKAN

Dinas Pariwisata Siak mengklaim bahwa pada tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata ditingkatkan sebanyak Rp1,2 miliar, naik lebih 50% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp500 juta.

Kadis Pariwisata Siak Fauzi Asni mengatakan untuk mencapai target itu, pemda sangat concern mendorong pendapatan dari kegiatan Tour de Siak. Hal itu didorong dengan cara membuat agenda wisata olahraga ini menjadi berskala internasional sehingga tamunya bisa banyak berdatangan dari luar negeri.

Selain itu, pemda juga membidik kedatangan tamu atau wisatawan, ke sejumlah objek wisata religi yang ada di daerahnya. Beberapa objek tersebut seperti kompleks Istana Siak dan kompleks Makam Sultan Siak.

Sejalan dengan hal tersebut, pemda kini terus berupaya merumuskan kegiatan dan agenda wisata lainnya untuk digelar, guna menarik kunjungan wisatawan serta menambah lama waktu tamu menginap.

Pengusaha pariwisata yang tergabung dalam Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) mengakui bahwa ajang Tour de Siak adalah acara tahunan yang berpotensi besar mendatangkan wisatawan dari luar negeri dengan angka cukup tinggi.

Ketua Asita Riau Dede Firmansyah menyebutkan bahwa sejumlah wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Timur Tengah sudah rutin ikut serta dalam kegiatan Tour de Siak.

Tak heran bahwa negara-negara tersebut akan terus berkontribusi besar pada peningkatan kunjungan wisata ke Siak. Terlebih, tuturnya, pemda juga berencana segera menambah rute Tour de Siak ke luar negeri.

“Tour de Siak mampu mendatangkan tamu dari luar negeri dan kami menyambut baik wacana pemda untuk menambah rute balapan ini hingga ke luar negeri,” katanya.

Selama kegiatan itu, Asita sudah bersiap untuk memanfaatkan momentum dengan menyiapkan paket-paket wisata lokal Riau. Tidak hanya Siak, sejumlah objek wisata di kabupaten lain juga tengah bersiap diri.

Dengan potensi yang tinggi dari daerah itu, Syamsuar berencana mengembangkan event balap ini ke tingkat provinsi. Rencana ini kemungkinan bakal mulus karena dirinya telah terpilih sebagai gubernur Provinsi Riau pada periode 2019—2024.

Dia merencanakan Tour de Siak akan memiliki rute lebih panjang dan mengelilingi berbagai daerah kabupaten kota di Riau.

Rencana ini diketahui sudah mendapatkan dukungan dari beberapa kabupaten kota lainnya. Ada juga yang bahkan sudah menganggarkan dana di APBD untuk penyelenggaraan Tour de Siak tersebut.

Selain itu, rencananya rute balap sepeda yang melewati alur Sungai Siak ini akan diteruskan sampai ke negara-negara tetangga, yaitu daerah Melaka, Malaysia.

“Kami mencontohkan seperti Tour de Singkarak itu, awalnya hanya rute di beberapa kabupaten. Sekarang sudah hampir di semua daerah Sumatra Barat rutenya. Ini harapan ke depan,” katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, Tour de Siak mulai digelar sejak 2013, dengan memanfaatkan rute dari cabang olahraga balap sepeda pada pelaksanaan PON XVIII di Riau pada 2012.

Perlombaan ini diikuti oleh para pembalap dari berbagai negara di dunia, dengan panjang rute mencapai 540 kilometer, dan terbagi sebanyak empat etape.

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor: Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkini Lainnya