Bandara Kulon Progo Sediakan Gerai Khusus UMKM

Oleh: Reni Lestari 09 Agustus 2018 | 00:40 WIB
Bandara Kulon Progo Sediakan Gerai Khusus UMKM
Dari kiri ke kanan Sekda DI Yogyakarta Gatot Saptadi, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X dan Direktur Utama PT PNM (Persero) Arief Mulyadi saat berbincang dengan wartawan di Kompleks Keraton Yogyakarta, Rabu (8/8/2018) malam. /Bisnis-Reni Lestari

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Bandara Kulon Progo dilengkapi ruang khusus bagi UMKM sehingga bandara yang proyeknya akan selesai awal 2019 itu berdampak positif bagi pertumbuhan sektor ekonomi, termasuk usaha mikro kecil dan mengenah atau UMKM.  

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sri Sultan HB X mengatakan saat ini pihaknya tengah menyusun tim kurator untuk memilih UMKM dengan produk-produk unggulan yang akan difasilitasi.  

"Kami sudah pilih lokasi strategis untuk UMKM,  sementara ini 500 m2. Untuk awal, satu sampai dua tahun kami sewakan [difasilitasi Pemprov).  Tetapi karena ini bisnis, mereka harus membayari sendiri setelah itu," kata Sri HB X saat berbincang dengan wartawan di Kompleks Keraton Yogyakarta, Rabu (8/8/2018) malam. 

Dia melanjutkan, keberadaan tim kurator tersebut untuk menyeleksi produk UMKM yang layak jual secara kualitas. Hal itu juga dimaksudkan untuk menghindari perang harga antar UMKM di dalam dan di luar bandara yang sama-sama akan merugikan baik bagi wisatawan maupun pengusaha itu sendiri. 

"Misalnya saya beli bunga dari kayu,  harganya Rp10.000, tetapi begitu berjalan di tempat lain, ada juga yang jualan barang yang sama, harganya Rp5.000. Kasus seperti itu bagi kami merusak," lanjutnya.   

Dengan adanya rencana tersebut, Sri Sultan HB X berharap pegiat dan pelaku UMKM di Yogyakarta semakin bersungguh-sungguh dalam menumbuhkan penetrasi pasar dengan meningkatkan kualitas produk masing-masing. 

Dalam kesempatan yang sama hadir pula Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani atau PNM(Persero) Arief Mulyadi. Sebagai BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan UMKM, PNM telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 3 juta nasabah di seluruh Indonesia. 

Ada dua program utama yang dijalankan oleh PNM, yakni Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Di DI Yogyakarta, sejak dibuka pada 2009 hingga Juli 2019 Ulamm telah menyalurkan sebesar Rp389,36 miliar kepada 5.054 UMK. Sementara untuk Mekaar, sejak 2016 hingga Juli 2018, pembiayaan yang disalurkan yakni sebesar Rp57,58 miliar kepada 26.977 perempuan prasejahtera. 

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya