PENGEMBANGAN BANDARA KARIMUNJAWA : Dewadaru Bakal Angkat Pariwisata Daerah

Oleh: k28 08 Agustus 2018 | 02:00 WIB
PENGEMBANGAN BANDARA KARIMUNJAWA : Dewadaru Bakal Angkat Pariwisata Daerah
Wisatawan menikmati suasana senja di Pantai Laendra, Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Minggu (22/7/2018). Pantai berpasir putih yang dikelola oleh warga lokal keturunan Suku Bugis di kepulauan wisata bahari Karimunjawa berlokasi 22 kilometer ke arah utara dari pusat alun-alun Karimunjawa tersebut menjadi destinasi baru wisatawan untuk menikmati pemandangan matahari tenggelam./Antara-Aji Styawan

SEMARANG — Pengembangan Bandar Udara Dewadaru di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara yang akan segera direalisasikan diprediksi akan memacu ekonomi khususnya sektor pariwisata sekitar.

Kepala Kantor Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa Dodi Dharma mengatakan, pengembangan bandara yang berlokasi di Pulau Kemujan itu masuk dalam anggaran 2019.

Pada tahun anggaran itu juga memasukkan program perpanjangan landasan pacu yang saat ini hanya 1.200 meter menjadi 1.600 meter.

“Program-program kami sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan, termasuk pengembangan Bandara Dewadaru yang masuk dalam anggaran 2019,” ujarnya, Selasa (7/8).

Dia menambahkan, di samping proyek itu, rencananya juga akan ada perluasan terminal menjadi 800 meter persegi yang diharapkan mampu menampung calon penumpang minimal 70 orang atau lebih banyak dari saat ini yang hanya memuat 15 orang.

“Lahan untuk pengembangan terminal dan landasan pacu telah ada, tinggal pelaksanaan perpanjangan landasan pacu dan perluasan terminal,” katanya.

Dodi mengatakan, Bandara Dewadaru telah resmi beroperasi untuk umum sejak awal Juni 2018, dengan rute penerbangan komersial dari Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang ke Bandar Udara Dewadaru. Penerbangan dilayani oleh NAM Air dengan menggunakan pesawat terbang jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang dengan waktu penerbangan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu.

Saat ini, daya kapasitas penumpang pelum penuh, yakni dari Bandara Ahmad Yani Semarang mengangkut 70 penumpang, sedangkan Karimunjawa hanya dapat mengangkut 50 orang. Kondisi tersebut disebabkan landasan pacu masih 1.200 meter. Sedangkan syarat minimum panjang landasan ATR 72 adalah 1.600 meter, sehingga perlu perpanjangan landasan sepanjang 400 meter.

“Harga tiket penerbangan ke Karimunjawa Rp850.000 per orang. Harga tersebut cukup mahal karena keterisian penumpang dibatasi. Langkah ini dilakukan karena kondisi landasan pacu di Bandara Dewadaru belum sesuai syarat, yakni 1.600 meter untuk landasan pesawat ATR 72,” jelasnya.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya