Cirebon Power Resmikan Pusat Vokasi Pendidikan Ketenagalistrikan untuk SMK

Oleh: Denis Riantiza Meilanova 03 Agustus 2018 | 10:59 WIB
Karyawan memeriksa kesiapan alat untuk pasokan listrik pergelaran Asian Games 2018 di gardu induk Area Pelaksana Pemeliharaan (APP) Cawang, Jakarta, Selasa (10/7/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kelas perdana program vokasi ketenagalistrikan hasil kerjasama Cirebon Power, Korean Midland Power (KOMIPO) dan Kementerian Perindustrian, resmi dimulai. Program pelatihan yang diikuti 20 lulusan SMK di Cirebon ini akan dilaksanakan selama enam bulan, dan diawali Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Markas Kodim 0620/Kabupaten Cirebon.

Direktur Teknik Cirebon Power, Jin Soo Chon, dalam sambutannya mengatakan bahwa 20 peserta vokasi tersebut adalah hasil terbaik dari seleksi yang dilakukan di sejumlah SMK di Cirebon.

Pihaknya merekrut bibit-bibit unggul dari SMK agar memperoleh kesempatan pendidikan dan pelatihan selama 6 bulan, dari tenaga-tenaga ahli di bidang ketenagalistrikan di Indonesia dan Korea. Karena itu ia berharap peserta vokasi dapat memanfaatkan kesempatan inj sebaik mungkin. Soo Chon juga meminta para peserta, untuk disiplin, ulet dan bersemangat menjalani program selama 6 bulan ini.

"Kami juga berharap, seluruh peserta bisa lulus menjadi tenaga profesional dengan keahlian di bidang ketenagalistrikan, dan juga mempunyai disiplin dan semangat tinggi," kata Soo Chon melalui keterangan resminya Jumat (3/8/2018).

Sementara itu Head of Communication Cirebon Power, Yuda Panjaitan menjelaskan program Vokasi Ketenagalistikan untuk operasional dan perawatan pembangkit listrik berteknologi batubara bersih ini adalah yang pertama di Indonesia.

Menurut Yuda, seiring dengan pelaksanaan program ketenagalistrikan nasional 35 ribu Mega Watt (MW) akan diikuti dengan kebutuhan tenaga kerja terampil dan ahli dalam jumlah besar. Untuk itu Cirebon Power menginisiasi program vokasi ini untuk mengatasi kesenjangan keahlian (gap of skill), menjembatani lulusan-lulusan SMK agar memiliki kompetensi untuk bekerja di pembangkit listrik berteknologi batubara bersih.

"Dengan ilmu dan keahlian yang nanti dimiliki, para lulusan vokasi akan layak bekerja di pembangkit listrik manapun, karena ilmu yang kita bagikan ini sangat spesifik dan masih langka di Indonesia. Nanti kita akan bangga karena Cirebon dikenal sebagai penghasil SDM ahli di bidang ketenagalistrikan batubara bersih," ujar Yuda.

Yuda menambahkan kelas vokasi yang akan berlangsung sampai awal tahun 2019 ini, nantinya akan tidak hanya berbentuk pemberian materi di dalam kelas, tapi juga praktik kerja langsung dengan berbagai mesin dan instrument pembangkit.

“Agar vokasi ini betul-betul menghasilkan lulusan yang terampil dan siap kerja, bobot Pendidikan lebih besar untuk praktik langsung atau on job training selama 4800 jam, sedangkan materi di kelas dan pembinaan mental ini kurang lebih total 200 jam,” tutur Yuda.

Cirebon Power adalah konsorsium pengembang listrik di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang saat ini mengoperasikan PLTU berkapasitas 660 MW, merupakan salah satu pelopor dalam penggunaan teknologi batubara bersih, yaitu super critical. Saat ini tengah membangun pembangkit kedua berkapasitas 1.000 MW dengan teknologi ultra super critical. Proses pembangunan pembangkit ini sudah mencapai 15,7% dan diproyeksikan akan beroperasi pada tahun 2022.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer