Kejar Realisasi Kredit, BRI Agro Sasar Model Kemitraan

Oleh: Peni Widarti 26 Juli 2018 | 16:46 WIB
Kejar Realisasi Kredit, BRI Agro Sasar Model Kemitraan
Direktur BRI Agro Ebeneser Girsang (kiri) dan Direktur Utama PT Mitra Unggas Sejati Iwan Tirto Kusumo (kanan) saat penandatanganan kerja sama penyaluran kredit komersial dan KUR di Surabaya, Kamis (26/7)./Bisnis-Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA -- PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (BRI Agro) berupaya mengejar realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kredit ritel komersil dengan menyasar model kemitraan.

Direktur BRI Agro Ebeneser Girsang mengatakan perseroan memiliki plafon Rp143 miliar yang bisa disalurkan kepada nasabah kredit. Hingga semester I/2018, realisasi penyaluran kredit masih 0,14% atau baru tercapai Rp18,9 miliar.

"Dalam menyalurkan kredit, kami tetap menjaga kualitas. Jadi, semester I/2018 memang kami lebih banyak melakukan penjajakan melalui konsep penyaluran kredit kemitraan, salah satunya dengan Wonokoyo Group," jelasnya seusai penandatanganan kerja sama penyaluran kredit BRI Agro dengan Wonokoyo Group, Kamis (26/7/2018).

Ebeneser mengungkapkan sebelumnya BRI Agro sudah melakukan kerja sama penyaluran kredit dengan PT Kebun Tebu Mas (KTM) untuk modal usaha petani tebu yang hasil panen tebunya akan diserap langsung oleh pabrik gula KTM.

"Begitu juga dengan Wonokoyo, sekarang kerja sama penyaluran kredit ritel komersil yang ke depannya bisa menyasar KUR untuk modal usaha peternak dengan komoditas ayam, lalu petani jagung yang menyuplai jagung untuk pabrik pakan ternak," lanjutnya.

Untuk tahap awal, penyaluran kredit ritel komersil untuk PT Mitra Unggas Sejati (Wonokoyo Group) akan disiapkan plafon Rp30 miliar, setidaknya untuk 12 orang peternak mitra binaan Wonokoyo.

"Kami akan prioritas kredit komersial, tapi kami juga akan siapkan KUR maksimal Rp500 juta per nasabah," imbuh Ebeneser. 

Rencananya, pada semester II/2018 BRI Agro juga akan menjalin kerja sama denga PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII seperti yang sudah dilakukan dengan KTM. Diharapkan penyaluran kredit dengan model kemitraan tersebut bisa berkontribusi terhadap total kinerja kredit perseroan.

Saat ini, penyaluran kredit model kemitraan telah berkontribusi sekitar 15% terhadap total kredit BRI Agro.

Meski penyaluran kredit tahun ini belum maksimal, tapi pada semester I/2018 perseroan telah mencatatkan pertumbuhan laba yang siginifikan lebih dari 100% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu.

Pada 2017, BRI Agro mencatatkan laba bersih sebesar Rp140 miliar atau naik 36,4% dibandingkan 2016. Selama lima tahun terakhir, total aset perseroan tumbuh 33,6% yang disokong oleh pertumbuhan simpanan yakni 31,77% dan pertumbuhan pinjaman 31,27%.

PR Manager Wonokoyo Heri Setiawan menerangkan peternak binaannya rata-rata membutuhkan dana sekitar Rp1 miliar-Rp8 miliar untuk renovasi dan pembuatan kandang. Adapun modal kerja yang dibutuhkan rata-rata Rp300 juta-Rp1 miliar.

"Sehingga melalui kerja sama ini, BRI Agro punya potensi untuk pembiayaan kredit peternak kami sekitar Rp30 miliar," ucapnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya