38 Gempa Guncang Malang Selatan, Ini yang Perlu Dilakukan

Oleh: Newswire 20 Juli 2018 | 12:45 WIB
38 Gempa Guncang Malang Selatan, Ini yang Perlu Dilakukan
Ilustrasi./ANTARA-Anis Efizudin

Bisnis.com, LUMAJANG – Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Karangkates Musripan mengatakan hingga Jumat (20/7/2018) pukul 08.00 WIB sudah terjadi 38 kali gempa susulan di selatan Malang, Jawa Timur.

Gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) mengguncang Malang dan sekitarnya dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,8 LS dan 112,72 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 184 kilometer arah selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan kedalaman 46 kilometer pada Kamis (19/7) pukul 19.23 WIB.

"Pascagempa megathrust di selatan Malang berkekuatan 5,5 SR pada Kamis (19/7) malam yang guncangannya dirasakan di seluruh wilayah selatan Jawa Timur dan Bali. Perlu kami jelaskan bahwa aktivitas gempa semacam itu tergolong masih wajar dan normal," katanya saat dihubungi dari Lumajang, Jawa Timur.

Dalam ilmu gempa atau seismologi, lanjut dia, aktivitas gempa seperti yang terjadi di selatan Malang itu disebut sebagai Gempa Tipe I menurut Kiyoo Mogi yang merupakan ahli gempa Jepang yaitu tipe aktivitas gempa yang diawali dengan gempa pendahuluan (foreshocks) selanjutnya terjadi gempa utama (mainshock), dan selanjutnya diikuti oleh serangkaian gempa susulan (aftershocks) yang banyak.

"Gempa selatan Malang itu menjadi menarik karena mengingatkan kita dan menjadi penanda aktifnya zona megathrust di selatan Malang," tuturnya.

Ia mengatakan langkah yang paling tepat untuk menyikapi hal itu adalah mengedepankan sikap waspada dengan meningkatkan kapasitas diri, memperkuat mitigasi, tanpa rasa takut, dan khawatir berlebihan.

Namun demikian, lanjutnya, berdasarkan tren data gempa susulannya tampak ada kecenderungan kekuatannya makin melemah dan frekuensi kejadiannya makin jarang.

"Dari 38 aktivitas gempa susulan di selatan Malang tercatat kekuatan gempa terkecil dengan magnitude 3,2 SR dan yang terbesar 4,9 SR, sehingga berdasarkan data itu tampaknya sangat kecil peluang akan terjadi gempa dengan kekuatan yang lebih besar dari gempa utamanya di tempat tersebut," katanya.

Musripan mengimbau masyarakat tidak perlu cemas, takut, dan khawatir karena BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa tersebut dan hasilnya segera diinformasikan kepada masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya pemahaman bahwa semua gempa dengan kekuatan signifikan akan diikuti oleh aktivitas susulan, sehingga banyaknya gempa susulan di selatan Malang itu sebagai hal yang wajar.

"Apalagi jika gempa yang terjadi di zona batuan 'rapuh' (brittle) maka gempa susulan yang terjadi akan lebih banyak," ujarnya.

Ia menjelaskan masyarakat harus memahami bahwa gempa susulan itu "baik" karena menjadi sarana batuan dalam melepas semua energi yang tersimpan sehingga batuan akan menjadi stabil dan normal kembali.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya