Surabaya Terima Hibah 2 Unit Bus Tingkat dan Bea Siswa Rp5 Miliar dari Bos Mayapada

Oleh: Peni Widarti 12 Juli 2018 | 14:45 WIB
Dato Sri Tahir

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya mendapatkan dana hibah berupa 2 unit bus tingkat dan bea siswa donasi pendidikan Rp5 miliar dari Bank Mayapada Internasional Tbk. 

Penyerahan hibah itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bea siswa tersebut diberikan bagi anak-anak pasukan kuning dan pekerja lapangan agar bisa sekolah. Sebelumnya, Datuk Sri Tahir yang mewakili Bank Mayapada pernah memberikan bea siswa donasi pendidikan.

“Sekarang mereka sudah ada yang menjadi pilot dan teknisi pesawat terbang,” kata Risma, Kamis (12/7/2018).

Melalui dana bantuan tersebut, Risma akan menyekolahkan kembali anak-anak yang mengalami putus sekolah, termasuk digunakan untuk membangun sekolah SMA plus yang diperuntukan bagi anak-anak SMA di wilayah Surabaya Barat yang mengalami putus sekolah.

“Harapannya setelah lulus mereka langsung siap bekerja,” imbuhnya.

Risma menambahkan pemkot akan menggandeng Ubaya untuk menampung anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terbentur biaya.

"Kalau sekolah di Ubaya, setelah lulus kuliah mereka bisa langsung kerja karena Ubaya punya kerja sama dengan 16 perusahaan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk bantuan 2 unit bus tingkat, lanjut Risma, rencananya akan dioperasikan secara umum. Namun rute bus dan sasaran penumpang lebih dikhususkan bagi mahasiswa yang berada di wilayah timur dan barat yakni Kampus C Universitas Airlangga, ITS, dan Unesa Lidah Kulon.

“Bus ini memang umum tapi lebih dikonekkan ke tiga perguruan tinggi besar untuk mengurangi tingkat kecelakaan. Kan sayang, tinggal memetik hasil selama kuliah tiba-tiba kecelakaan,” ujarnya.

Adapun bus berkapasitas 71 penumpang itu akan melayani rute barat-timur dengan jarak sekitar 31 km. Rencanannya bus tersebut akan beroperasi pada Agustus tahun ini setelah melakukan uji coba rute.

Seperti progam angkutan bus sebelumnya, pemkot tidak menarik biaya kepada penumpang, tetapi cukup membayar dengan sampah plastik sebagai bentuk edukasi masyarakat dalam mengurangi bahaya sampah plastik di Surabaya.

 

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya