Pilkada Serentak 2018, Ada 19 Petugas Panwas Meninggal

Oleh: Muhammad Ridwan 12 Juli 2018 | 20:54 WIB
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengatakan bahwa belasan orang panitia pengawas (panwas) gugur saat bertugas selama gelaran Pilkada 2018.

Dikatakan, mulai dari tahap persiapan awal sampai dengan tahap rekapitulasi suara Pilkada 2018, pihaknya mencatat sebanyak 19 orang panwas meninggal dunia.

“Ada beberapa kejadian yang menimpa jajaran pengawas kami. Di antaranya ada 19 orang meninggal dunia,” ujar Abhan di Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Dijelaskan, kematian petugas pengawas tersebut bukan karena intimidasi, melainkan karena sakit, kelelahan, serta mengalami kecelakaan saat bertugas.

"Jadi bukan meninggal karena intimidasi atau kekerasan, tidak ada. Karena ada yang sakit, ada yang kelelahan, ada juga yang kecelakaan ketika menjalankan tugas rekapitulasi," ungkap Abhan.

Selain itu,  ada  9 kecelakaan yang dialami petugas panwas.

“Sembilan orang lainnya alami kecelakaan. Ada kecelakaan ringan, ada juga yang sampai saat ini masih terbaring dirumah sakit."

Ketua Bawaslu juga mengungkapkan bahwa 13 orang petugas panwas mengalami intimidasi saat bertugas, seperti kekerasan, baik dari tim peserta pilkada maupun pihak-pihak lainnya. Seorang petugas panwas mengalami intimidasi hingga rumahnya dibakar.

"Diintimidasi misalnya rumahnya ada yang dibakar, ada di daerah di Papua," tambah Abhan.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya