Backlog Rumah: REI Banten Target Bangun 15.000 Unit

Oleh: Gloria Fransisca Katharina Lawi 11 Juli 2018 | 15:54 WIB
Backlog Rumah: REI Banten Target Bangun 15.000 Unit
/Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Realestat Indonesia atau REI menargetkan tahun ini membangun 15.000 unit rumah untuk mengatasi angka kebutuhan rumah di Provinsi Banten.

Ketua DPD REI Banten, Roni Hardiyanto Adali mengatakan secara keseluruhan total angka kebutuhan rumah atau backlog di Provinsi Banten mencapai 500.000. Ada pun target REI Banten tahun ini bisa membangun 15.000 unit.

"Semester pertama ini kami hanya berhasil bangun sekitar 35%," ujar Roni kepada Bisnis, Rabu (11/7/2018).

Dia mengungkapkan, memang ada perlambatan pembangunan akibat regulasi baru yang diimplementasikan sejak Januari-Februari 2018. Regulasi tersebut, menurut Roni, tidak memungkinkan adanya akad kredit untuk rumah.

"Rencananya kami akan menggenjot pada semester kedua ini," ungkap Roni.

Bisnis mencatat pada Mei 2018 lalu, terdapat 16 proyek senilai total Rp 128,96 triliun yang ditawarkan oleh para anggota REI dalam Indonesia Dubai Realestat Investment kepada para investor di Dubai.

Ada pun 16 proyek properti nasional yang ditawarkan REI dalam Indonesia Dubai Realestat Investment Forum itu ada dua yang berlokasi di Banten yaitu; Alam Sutera Realty di Serpong dan Integrated Concept Office SOHO Residensial di Tangerang Selatan. Sisanya adalah; proyek Anai International Resort di Padang (Sumatera Barat), Mandeh Resort Paradise di Mandeh (Sumatera Barat), Tanjung Buton Forest City di Dumai (Riau), Alam Sutera Realty di Serpong (Banten), dan Garuda Wisnu Kencana di Bali.

Kemudian proyek Citra Plaza Kemayoran City di Jakarta, Citra Towers Kemayoran Business District di Jakarta, Kota Jababeka di Cikarang (Jawa Barat), Eureka Creative City di Jakarta, Jimbaran Village di Bali, Multi Business Strategy di Jakarta, Pekanbaru Park di Riau, dan Housing Finance Company.

Selain 16 proyek, Banten juga ditopang oleh proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung. Ada pun pengembang yang sudah menginvestasikan pengembangan KEK Tanjung Lesung adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk atau yang diketahui berkode saham KIJA.

Editor: M. Rochmad Purboyo

Berita Terkini Lainnya