JALAN TOL : Studi Kelayakan Solo—Cilacap Rampung Bulan Ini

Oleh: Irene Agustine 11 Juli 2018 | 02:00 WIB
JALAN TOL : Studi Kelayakan Solo—Cilacap Rampung Bulan Ini
Warga menggembalakan bebek di jalan tol Solo-Ngawi kawasan Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (6/6/2018)./ANTARA-Mohammad Ayudha

JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menargetkan hasil studi kelayakan rencana pembangunan jalan tol prakarsa Solo—Yogyakarta—Cilacap sepanjang 237 kilometer dapat rampung pada bulan ini.

Manajer Investasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) Lazarus Bambang mengatakan pihaknya masih memproses studi terkini terkait dengan pembangunan jalan tol yang masuk dalam rencana kerja perseroan tahun ini tersebut.

"Timeline-nya itu untuk kajian kami harapkan bisa selesai bulan ini, setelahnya bisa dilakukan market sounding, prakualifikasi, lelang, sampai penentuan pemenang," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (10/7).

Dalam studi tersebut, ADHI berencana mendahulukan pembangunan Solo—Yogyakarta—Kulonprogo sebelum masuk ke tahap selanjutnya yakni meneruskan pembangunan sampai Cilacap.

Pertimbangannya, kata Lazarus, rute tersebut sudah memiliki traffic existing yang terkoneksi dengan jalan tol Solo—Semarang dan Solo—Surabaya. Selain itu, rute tersebut juga dinilai strategis karena akan terkoneksi dengan Bandara Kulonprogo.

"Rencananya Solo—Yogyakarta—Kulonprogo ini didahulukan pembangunan dan pengoperasiannya. Jadi, kami start dari Solo mengarah ke Yogyakarta," ujarnya.

Dalam proyek itu, ADHI menjadi calon pemrakarsa bersama DDT dan Gama Group.

Lazarus menuturkan bahwa perusahaan hanya akan membidik kepemilikan sebesar 30%—40% dari konsorsium tersebut.

Dia belum mau memerinci mengenai perkiraan nilai investasi. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, biaya investasi tol tersebut bisa mencapai Rp45,37 triliun dengan panjang 237 km.

Rencana pembangunan jalan tol yang telah mendapatkan izin prinsip dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beberapa waktu lalu itu belum masuk dalam rencana lelang tol tahun ini yang sebelumnya ditargetkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Kendati demikian, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna menjelaskan bahwa ada peluang proses lelang untuk usulan prakarsa pembangunan jalan tol tersebut bisa dilakukan pada tahun ini dengan syarat proses kajian dan pembahasan dari calon pemrakarsa dapat segera diselesaikan.

"Kemarin pemrakarsanya mengusulkan untuk Ma-resubmit kembali lingkupnya. Ini kami tunggu, kalau sudah ada persetujuannya [dari menteri PUPR] dan kelengkapannya siap, bisa dilelang selanjutnya," katanya di tempat yang sama.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan ruas tol itu akan dilakukan sebagian secara melayang di sebelah jalan nasional dari Solo ke Yogyakarta.

"Ini tidak ada masalah dengan Gubernur DIY, yang Gubernur DIY kan yang Kulonprogo—Borobudur yang jadinya diperlebar jalannya," tuturnya belum lama ini. (Irene Agustine)

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya