Mogok Pilot Batal, Garuda Optimistis Penerbangan Haji Lancar

Oleh: Rio Sandy Pradana 10 Juli 2018 | 17:52 WIB
Penerbangan haji dengan Garuda Indonesia/jibi

Bisnis.com, JAKARTA -- Garuda Indonesia, maskapai layanan penuh (full service airlines), optimistis penyelenggaraan angkutan haji mulai 17 Juli 2018 akan berjalan lancar setelah serikat pekerjanya membatalkan aksi mogok.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury mengatakan penerbangan haji menjadi fokus utama perusahaan karena akan dimulai dalam beberapa hari lagi. Terlebih, Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) telah sepakat mendukung operasional perusahaan.

"Fase pertama penerbangan haji Garuda Indonesia akan dimulai pada 17 Juli 2018. Kami fokus pada program itu," kata Pahala, Selasa (10/7/2018).

Maskapai pelat merah ini telah mempersiapkan 14 unit pesawat untuk penerbangan haji, diantaranya 5 unit jenis Airbus A330, 5 unit Boeing 777-300ER, dan 4 unit menggunakan pesawat sewa. Pesawat sewa tersebut berjenis Boeing 744 dan Airbus A330. Adapun, jumlah kuota calon haji yang akan diangkut mencapai 107.964 orang. Angka tersebut tidak jauh berbeda seperti tahun lalu.

Penerbangan haji akan berangkat melalui sembilan bandara embarkasi, yakni di Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar, Lombok, dan Banjarmasin. Adapun, embarkasi dengan jumlah calon jemaah haji tertinggi adalah Solo dengan 34.112 orang yang terbagi dalam 96 kloter.

Sementara itu, maskapai pemenang lelang penerbangan haji yang lain, yakni Saudia Airlines akan menerbangkan lebih dari 110.000 orang calon jemaah haji dari Indonesia pada 2018. Jumlah itu terdiri dari 98.000 orang dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan 12.000 orang dari kategori haji plus.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya