Bali Ingin Contoh Jepang Bangun Pabrik Pengolahan Limbah Industri

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 10 Juli 2018 | 18:09 WIB
Bali Ingin Contoh Jepang Bangun Pabrik Pengolahan Limbah Industri
Pembangkit listrik tenaga sampah/web

Bisnis.com, DENPASAR – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Putu Astawa mengungkapkan rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah industri agar menjadi barang tepat guna yang bisa dikembalikan ke industri bersangkutan untuk digunakan lagi.

Menurutnya, selama ini limbah pabrik di Bali tidak pernah diproses menjadi barang tepat guna. Padahal jumlah sampah di Bali lumayan besar.

"Misalnya TPA Suwung yang dalam sehari bisa mendapatkan kiriman sampah 2.000 ton. Sekitar 40% diantaranya merupakan limbah industrI seperti botol, pecahan kaca, dan sebagainya. Nantinya, jika Bali memiliki pabrik pengolahan limbah, maka sampah-sampah tersebut dapat diolah dan dikonsumsi lagi oleh perusahaan bersangkutan," ujarnya, Selasa (10/7/2018).

Dia menjelaskan rencana tersebut bisa saja terealisasi lantaran baru-baru ini pihaknya sudah mengunjungi Jepang dan melihat pabrik pengolahan limbah. Jepang pun berencana untuk memberikan bantuan untuk pabrik pengolahan limbah yang dibangun di Tabanan, Bali.

Pihaknya pun masih melihat, rencana tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan maupun peraturan daerah yang berlaku. “Kalau nanti kita memungkinkan, kita lihat undang-undnagnya apa dan perda ada apa gak, karen akita gak bisa bekerja tanpa aturan,” katanya.

Putu menambahkan, pabrik pengolah limbah tersebut ditarget dapat dibangun pada 2019. Saat ini pihaknya masih melakukan studi banding ke Jepang sebagai pemberi bantuan hibah pabrik pengolah limbah.

Selain itu, Pemerintah Tabanan juga masih melakukan kajian dan survey mulai dari lokasi pabrik, jenis bangunan, hingga system kerja. Rencanannya, hasil kajian akan keluar pada Februari 2019 dan pembangunan akan mulai dilakukan setelahnya. “Tabanan ini akan menjadi pilot project untuk diterapkan di wilayah lain di Bali,” ungkapnya.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya