Kota Surabaya Raih Lee Kwan Yew World City Prize

Oleh: Newswire 10 Juli 2018 | 08:34 WIB
Lambang Kota Surabaya

Bisnis.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama forum Pimpinan Daerah melakukan arak-arakan keliling Kota Surabaya, Selasa (10/7/2018), atas keberhasilan Kota Pahlawan menyabet penghargaan internasional "Lee Kwan Yew World City Prize" di Singapura pada Senin (9/7/2018).

Selain membawa penghargaan Lee Kwan Yew, Risma juga memamerkan dua penghargaan internasional 2018 lainnya, yaitu Asean Tourism Forum (ATF) di Thailand dan OpenGov Asia Recognition of Excellence di Jakarta.

"Arak-arakan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi yang diberikan Pemkot Surabaya kepada warga kota. Bahkan, keberhasilan Surabaya meraih penghargaan ini juga dipengaruhi peran serta dari warga kota yang turut membangun kota, utamanya di perkampungan," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser.

Rute arak-arakan itu dimulai dari Korem 084/Bhaskara Jaya kemudian berjalan ke arah Jalan A. Yani (frontage Barat)-Jalan Wonokromo-Jalan Raya Darmo-Urip Sumoharjo-Jalan Basuki Rahmat-Jalan Gubernur Suryo-Jalan Yos Sudarso-Jalan Walikota Mustajab-Balai Kota Surabaya (sisi pintu selatan).

Layak Dihuni

Selain itu, lanjut Fikser, Kota Surabaya dinilai layak menerima penghargaan ini karena mampu menciptakan masyarakat perkotaan yang layak ditinggali, menjaga kampung serta meningkatkan perekonomian UMKM melalui program Kampung Unggulan dan Pahlawan Ekonomi.

"Surabaya dinilai sebagai kota yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kota lain di dunia," katanya.

Menurut Fikser, keunikan Surabaya dapat dilihat dari perkampungan yang ada di Surabaya yang memiliki struktur tematik yang beragam. Bahkan, lanjut dia, adanya pembenahan di perkampungan seperti saluran, paving, akses pelayananan Taman baca, lapangan olahraga, boarding learning center dan pelayanan kesehatan puskesmas yang tersedia di dalam kampung.

Mantan Camat Sukolilo tersebut menuturkan, penghargaan dua tahun sekali ini merupakan sesuatu yang membanggakan bagi Kota Surabaya. Sebab, di tahun 2014, Surabaya sempat mengikuti penjurian Lee Kwan Yew namun kalah.

Kini pada 2018, kata dia, Kota Pahlawan akhirnya mampu memperoleh penghargaan ini berkat sinergitas seluruh stakeholder baik yang ada di lingkungan Pemkot maupun warga Surabaya.

"Ini kerja keras seluruh stakeholder dan itu sudah dapat dibuktikan dengan nyata," ujarnya.

Dengan adanya penghargaan ini, kata dia, Surabaya dapat disejajarkan dengan negara-negara internasional lainnya seperti Kazan (Rusia), Hamburg (Jerman) dan Tokyo (Jepang) yang sama-sama menerima penghargaan Lee Kuan Yew tahun 2018 di Singapura.

Sumber : Antara

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya