Harga Cabai Keriting di Ambon Mencapai Rp60.000/Kilogram

Oleh: Newswire 10 Juli 2018 | 10:49 WIB
Harga Cabai Keriting di Ambon Mencapai Rp60.000/Kilogram
Pedagang cabai rawit./Bloomberg-Dimas Ardian

Bisnis.com, AMBON – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku mencatat harga cabai merah keriting di tingkat pedagang pasar tradisional Kota Ambon, Maluku, masih tetap mahal karena kurangnya stok.

"Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas lapangan di Pasar Mardika, Batumerah, dan pasar Gotong royong, Selasa, menunjukkan harga cabai merah keriting masih tetap mahal akibat kekurangan pasokan dari para petani di daerah ini," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Maluku Bustaman Ohorella, Ambon, Selasa.

Harga cabai merah keriting sejak dua tiga hari belakangan ini pedagang mematok harga Rp58.000 hingga Rp60.000 per kg, pada hal empat hari yang lalu masih dijual dengan harga Rp40.000/kg.

Sedangkan cabai merah biasa juga bervariasi Rp50.000 hingga Rp55.000/kg dan cabai rawit Rp40.000 hingga Rp45.000 per kg.

Bustaman menjelaskan, hasil pembicaraan petugas pemantau Dede Banjar dengan salah seorang pengumpul cabai merah keriting di Pasar Mardika, Ibu Tini mengatakan, stok dari Pulau Buru maupun Seram sekarang ini kosong, baik dari para petani di Pulau Buru maupun Pulau Seram.

Dia juga mengatakan, terjadi kekurangan stok ini juga disebabkan banyak yang gagal panen akibat musim penghujan yang berkepanjangan.

Menurut Bustaman, hasil pemantauan di pasar tradisional Kabupaten Pulau Buru di Namlea saat ini harga cabai keriting Rp30.000/kg, pada hal harga normal biasanya Rp22.000 per kg, kemudian dibawa ke Kota Ambon oleh pedagang naik menjadi Rp40.000/kg.

Jadi, lanjutnya, dengan demikian pedagang eceran di pasar tradisional Kota Ambon mencapai Rp58.000/kg dan kondisi seperti ini juga terjadi di Pulau Seram.

"Kami akan tetap berusaha untuk harga cabai ini bisa berubah turun, sebab berbicara masalah cabai ini biar bagaimanapun pasti pedagang itu juga mencari untung, apalagi dengan kondisi iklim yang terjadi di Maluku sekarang ini semua petani pasti resah karena tanaman cabai pasti terganggu," ujarnya.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya