Live
Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un, Pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono Meninggal Dunia

Oleh: Newswire 20 Februari 2018 | 11:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Rupiah diprediksi akan kembali menguat, pasca menyentuh level Rp13.800 dalam sesi perdagangan kemarin, Kamis (01/03).

Bank Indonesia memandang nilai tukar rupiah saat ini tidak menggambarkan nilai fundamental, dan menilai rupiah bisa kembali menguat.

"Perlu dicatat bahwa angka yang ada pada hari ini [nilai rupiah pada ikisaran Rp13.800] adalah angka yang tidak [menggambarkan nilai fundamental] dan seharusnya bisa kembali lebih kuat," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Doddy Zulverdi dalam Konfrensi Pers BI, di Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Oleh karena itu, indikator ekonomi domestik malah menunjukkan keadaan yang sebaliknya, yakni sangat baik.

Nilai tukar rupiah berhasil rebound pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (1/3/2018), di tengah depresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.

Rupiah ditutup menguat tipis 0,02% atau 3 poin di Rp13.748 per dolar AS. Padahal, mata uang Garuda sempat melanjutkan pelemahannya ke posisi 13.817 hari ini, setelah berakhir melemah 0,53% atau 72 poin di level 13.751 pada perdagangan Rabu (28/2).

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.745 – Rp13.817 per dolar AS.

Mayoritas mata uang lainnya di Asia terpantau melemah sore ini, di antaranya dipimpin won Korea Selatan sebesar 0,3% dan ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,29%. Selain rupiah, peso Filipina mampu menguat dengan apresiasi sebesar 0,44%.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau menguat 0,17% atau 0,153 poin ke level 90,766 pada pukul 16.59 WIB.

  • Upacara Pemakaman Selesai, Keluarga dan Kerabat Tabur Bunga di Pusara

    10:11 WIB
  • Keluarga Berterima Kasih Kepada Para Tamu Takziah

    10:11 WIB
  • Keluarga Ikhlas, Mohon Almarhum Dimaafkan

    10:11 WIB

Editor: Zufrizal



Berita Terkini Lainya

Berita Populer