KABAR PASAR 9 JULI : Ekspor Belum Maksimal, Muamalat Bersihkan Aset Bermasalah

Oleh: Renat Sofie Andriani 09 Juli 2018 | 08:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar kinerja ekspor dari pelemahan rupiah serta penjualan aset oleh Bank Muamalat Indonesia menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (9/7/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Ekspor Belum Maksimal. Tren pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat—yang telah mencapai 6,05% sepanjang tahun ini—ternyata tidak serta-merta mendongkrak kinerja ekspor secara signifikan. Ketergantungan yang tinggi terhadap bahan baku impor dan kinerja ekspor yang masih mengandalkan komoditas mentah membuat performa ekspor menjadi tak maksimal. (Bisnis Indonesia)

Investasi Masih Rendah. Tertundanya realisasi pelaksanaan proyek membuat investasi minyak dan gasbumi sepanjang semester I/2018 tercatat masih rendah. Tak tanggung-tanggung, investasi migas sepanjang tahun ini diproyeksikan berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBN 2018. (Bisnis Indonesia)

RI Serius Hadapi Gejolak Global. Pemerintah mulai serius menyiapkan strategi terkait dengan pemberlakuan kebijakan ekspor dan impor di tengah gejolak global yang dipicu oleh kenaikan suku bunga The Fed dan perang dagang antara Amerika Serikat dan China. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Belum Merespons Rupiah. Sikap pemerintah yang belum juga menerapkan kebijakan konkret untuk meredam gejolak nilai tukar rupiah patut disayangkan. Pemerintah masih saja berwacana, apdahal Bank Indonesia (BI) sudah menempuh berbagai langkah, seperti menaikkan suku bunga acuan, gencar menggelar operasi kembar (twin operation) di pasar valas dan surat berharga (SBN), serta melonggarkan ketentuan giro wajib minimum (GWM) untuk perbankan dan loan to value/financing to value (LTV/FTV) untuk sektor properti. (Investor Daily)

Muamalat Bersihkan Aset Bermasalah. Bank Muamalat Indonesia akan menjual lagi aset bermasalah tahap kedua. Akhir Juni 2018, bank syariah pertama di Indonesia itu dikabarkan telah menjual aset sebesar Rp6 triliun. Achmad Permana, Direktur Utama Bank Muamalat, menjelaskan, penjualan aset bermasalah tersebut dalam rangka perbaikan kinerja. (Kontan)

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer