PENANAMAN MODAL : Investor Dubai Investasi di Surabaya

Oleh: Peni Widarti/Antara 09 Juli 2018 | 02:00 WIB
Ilustrasi investasi/Istimewa

SURABAYA — Pemerintah Kota, SURABAYA— Pemerintah Kota Surabaya mengklaim kehadiran investor Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Budget Petroleum melalui PT Arvada ke Surabaya ini menjadi bukti bahwa Surabaya saat ini aman dan nyaman untuk investasi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani mengatakan Surabaya aman dan layak menjadi tempat tujuan investasi internasional, pascateror bom beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah perusahaan terkemuka di Dubai, Budget Petroleum menanamkan investasinya senilai Rp2,1 triliun.

Tri Rismaharini, di Surabaya, Minggu, memastikan “Buktinya, saat ini sudah banyak investor luar negeri yang menanamkan investasinya di Surabaya,” katanya.

Menurut dia, peluang investasi internasional ini, lanjut dia, akan membantu dalam meningkatkan pendapatan daerah sekaligus membuka peluang bagi warga Kota Surabaya dalam kesempatan bekerja.

Risma mengatakan pihaknya telah menerima pengusaha asal Dubai, Zahid Basir di rumah kediaman wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya pada Sabtu (7/7) untuk membicarakan investasi ini.

Dana investasi itu, sebut Risma, digunakan untuk membeli tiga tower apartemen yang dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) Properti Tbk di Surabaya barat, yakni Grand Sungkono Lagoon, Surabaya pusat di Grand Shamaya dan di Surabaya timur yakni di Grand Dharmahusada Lagoon. “Setiap satu tower apartemen rata-rata terdiri atas 400 unit kamar. Harga per unitnya lebih dari Rp500 juta,” katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Risma, selama ini investasi hanya dilakukan oleh investor lokal maupun nasional. Makanya, dengan adanya investor asing ini diharapkan akan semakin menarik perhatian investor asing lainnya untuk menanamkan dananya di Kota Pahlawan.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan bisnis properti di Kota Surabaya lebih menarik dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Indonesia. Hal ini, kata dia, ditandai dengan kenaikan harga properti yang semakin tinggi dibanding dengan DKI Jakarta. Tentunya, kenaikan harga properti di Surabaya ini meningkat tajam setelah Pemkot Surabaya gencar membangun jalan-jalan baru, seperti jalur lingkar luar barat (JLLB) dan jalur lingkar luar timur (JLLT).

“Selama saya menjabat, saya sudah membangun sepanjang 250 km jalan baru. Genangan air tiap tahun juga terus mengalami penurunan hingga sekarang hanya 3%,” katanya.

Investor asal Dubai melalui PT Arvada Investama membeli 3 tower dari proyek apartemen di Surabaya garapan PT PP Properti Tbk senilai Rp2,1 triliun.

Adapun 3 tower apartemen milik PPRO di Surabaya tersebut masing-masing berada di 3 proyek yaitu Grand Shamaya, Grand Dharmahusada Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon.

Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat mengatakan pembelian 3 tower tersebut menjadi bukti kepercayaan pasar terutama investor asing terhadap keamanan dan kenyamanan investasi di Surabaya.

“Ini merupakan pertama kalinya investor asing masuk properti. Kami berterima kasih kepada Pemkot Surabaya yang mendukung dan melancarkan segala izin-izin serta upaya wali kota yang menciptakan suasana kondusif bahkan setelah terjadinya teror bom Surabaya,” katanya.^

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya