Sistem Jaminan Sosial Indonesia Lebih Pesat dari Negara Maju?

Oleh: Dika Irawan 08 Juli 2018 | 14:49 WIB
Sistem Jaminan Sosial Indonesia Lebih Pesat dari Negara Maju?
Ilustrasi - klinik kesehatan/naukawpolsce.pap.pl

Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan sistem jaminan sosial kesehatan di Indonesia dinilai lebih pesat dibandingkan sejumlah negara maju yang menjalankan program serupa.

Direktur Kepatuhan, Hukum, dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi menyebutkan, dalam waktu 4 tahun program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah meliputi hampir 80% dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru mengkover 85% populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan mengkover 99% populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduk.

“Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution,” katanya dikutip Bisnis.com, Minggu (8/6/2018).  

Jumlah ini, lanjutnya, dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan.

Selain itu, dia menambahkan, peserta BPJS di Indonesia membayar kurang dari U$S2 per bulan atau kurang dari U$S24 per tahun. Sedangkan negara lain seperti Korea Selatan, membayar per tahun lebih dari U$S2.000 per tahun. Jerman, U$S2.500. Inggris, lebih dari 2.000 pound sterling.

“Di Indonesia semuanya dikover. Untuk pelayanannya terus ditingkatkan,” ujarnya.

Editor: Anggi Oktarinda

Berita Terkini Lainnya