MOGOK KERJA BATAL : Garuda Janji Evaluasi Tiap 3 Bulan

Oleh: Rio Sandy Pradana/M.Nurhadi Pratomo 07 Juli 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA—PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. berjanji akan mengevaluasi kinerja setiap tiga bulan sebagai tindak lanjut kesepakatan yang mengakhiri konflik hubungan industrial antara emiten berkode GIAA itu dengan pekerja.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Pahala N. Mansury mengatakan kajian akan dilakukan langsung oleh Kementerian BUMN. "Kami komitmen untuk melakukan perbaikan terkait dengan keuangan, operasional, hingga pengelolaan SDM. Akan dilakukan review berkala setiap tiga bulan," katanya, Jumat (6/7).

Selain mengevaluasi kinerja, perbaikan komunikasi bipartit antara pekerja dan perusahaan hingga pengaturan cara kerja juga akan dilakukan.

Kesepakatan ini membuat aksi mogok yang sempat santer muncul dari Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) batal.

Pahala menjelaskan kesepakatan manajemen dan pekerja antara lain, pertama, berkomitmen untuk bersama-sama menjaga dan memperbaiki kinerja perusahaan. Kedua, melakukan komunikasi dengan baik dan menjadikan Sekarga dan APG sebagai mitra kerja manajemen dalam menjaga dan memperbaiki kinerja perusahaan.

Ketiga, Sekarga dan APG sepakat membatalkan rencana aksi mogok dan tetap berkomitmen menjaga kelangsungan operasional penerbangan Garuda Indonesia. Keempat, berkomitmen untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan program nasional Perusahaan seperti penerbangan Haji 2018/1439 H.

Sebelumnya, APG bersama Sekarga menuntut manajemen untuk melakukan restrukturisasi jumlah direksi dari delapan menjadi enam orang. Idealnya, cukup direktur utama, direktur operasi, direktur teknik, direktur keuangan, direktur personalia, dan direktur niaga.

DEMI KINERJA

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo mengapresiasi langkah seluruh pihak yang sama-sama masih berkomitmen mementingkan kepentingan nasional.

“Seluruh pihak pun sepakat untuk lebih bersinergi lagi dalam meningkatkan kinerja perusahaan,” ujarnya, Jumat (6/7).

Sementara itu, Ketua Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution memastikan permasalahan dengan pihak manajemen sudah selesai. "Semua [permasalahan] sudah kami sampaikan kepada Bu Rini, ketika dinasehati ya sudah. Kami anggap permasalahan sudah clear," ujar Irfan.

Sementara itu, kinerja perseroan pada kuartal I/2018 dinilai sudah berada sesuai jalurnya. Pahala berharap hasil yang dibukukan dapat mendorong GIAA untuk membukukan keuntungan tahun ini.

Seperti diketahui, on time performance Garuda Indonesia pada periode Januari 2018 - Mei 2018 berhasil mencapai 89%, lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Adapun, GIAA mengantongi kerugian US$64,3 juta pada kuartal I/2018. Jumlah tersebut turun 36% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$101,2 juta. (Rio Sandy Pradana/M.Nurhadi Pratomo)

Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkini Lainnya